10 Tahun Jabat Presiden, Jokowi Heran Investasi Pembangkit Panas Bumi Masih Lambat
Rabu, 18 September 2024 - 11:56 WIB
loading...
Perizinan untuk membangun konstruksi pembangkit listrik panas bumi mencapai 6 tahun.Foto/Tangkap Layar
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) ke-10 Tahun 2024, Jakarta pada hari ini Rabu (18/9/2024). Jokowi menilai bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pembangkit listrik tenaga panas bumi.
Namun, Ia merasa heran dengan potensinya sebesar 24.000 megawatt (MW) atau sekitar 40% dari total potensi panas bumi di dunia tapi investasi masih lambat. Padahal banyak banyak investor yang mencari energi hijau.
Baca Juga : Jokowi Optimistis Indonesia Bakal Jadi Pusat Ekosistem dan Industri Halal Dunia
"Tadi disampaikan oleh Pak Menteri ESDM, saya, seingat saya sudah pergi ke tiga lokasi pembangkit listrik tenaga panas bumi. Yang saya heran saat itu peluangnya besar, artinya banyak investor yang mencari energi hijau, EBT, dan potensinya ada 24.000 megawati. Sudah kita kerjakan, tapi kok tidak berjalan secara cepat?," kata Jokowi.
Jokowi pun menjelaskan bahwa biang kerok dari minimnya investasi di sektor panas bumi karena masalah perizinan. Ia menuturkan urusanya perizinan bisa sampai 5-6 tahun.
Namun, Ia merasa heran dengan potensinya sebesar 24.000 megawatt (MW) atau sekitar 40% dari total potensi panas bumi di dunia tapi investasi masih lambat. Padahal banyak banyak investor yang mencari energi hijau.
Baca Juga : Jokowi Optimistis Indonesia Bakal Jadi Pusat Ekosistem dan Industri Halal Dunia
"Tadi disampaikan oleh Pak Menteri ESDM, saya, seingat saya sudah pergi ke tiga lokasi pembangkit listrik tenaga panas bumi. Yang saya heran saat itu peluangnya besar, artinya banyak investor yang mencari energi hijau, EBT, dan potensinya ada 24.000 megawati. Sudah kita kerjakan, tapi kok tidak berjalan secara cepat?," kata Jokowi.
Jokowi pun menjelaskan bahwa biang kerok dari minimnya investasi di sektor panas bumi karena masalah perizinan. Ia menuturkan urusanya perizinan bisa sampai 5-6 tahun.
Lihat Juga :