5 Negara Benua Amerika yang Berpotensi Gabung BRICS

Rabu, 18 September 2024 - 17:53 WIB
loading...
A A A
Menteri Luar Negeri Rusia sebelumnya mengatakan, bahwa sebagai ketua bergilir integrasi pada tahun 2024, pihak Rusia bermaksud untuk membantu Bolivia lebih terlibat dalam BRICS.

2. Venezuela


Venezuela termasuk di antara negara-negara yang berusaha menjadi anggota BRICS, akan tetapi keinginan itu masih tertunda. Pada tanggal 2 Agustus, Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan, bahwa negaranya sudah mengajukan permohonan resmi untuk bergabung dengan BRICS setelah menerima dukungan dari Lula da Silva selama pertemuan bilateral pada bulan Mei.

Meskipun tidak terintegrasi ke dalam kelompok tersebut, negara Karibia tersebut diundang ke pertemuan puncak di Johannesburg, yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Yván Gil. Dalam pesan video di akhir pertemuan puncak BRICS, Presiden Maduro merayakan "pertemuan bersejarah" untuk memperluas blok tersebut dan menegaskan kembali keinginan Venezuela untuk bergabung dan membantu memajukan dunia multipolar.

“Kami yakin bahwa tatanan dunia baru ini sudah menjadi kenyataan […] dan BRICS meletakkan fondasi yang sangat kokoh bagi pembangunan sistem dunia baru yang bebas, inklusif, adil, dan saling mendukung, di mana prinsip-prinsip hukum internasional, yang terancam oleh sistem hegemoni kekaisaran lama, dipulihkan,” kata mandatori tersebut.

Maduro juga menekankan, bahwa Venezuela akan memberikan kontribusi berharga bagi blok BRICS karena negara tersebut menikmati posisi geografis istimewa di bagian Amerika Selatan. Venezuela memiliki cadangan minyak bersertifikat terbesar di dunia serta lebih dari 20% deposit besi, tembaga, dan emas dunia.

Presiden Venezuela juga mendorong dedolarisasi untuk mengatasi "penggunaan mata uang AS secara sembarangan sebagai mekanisme perang ekonomi melawan masyarakat bebas di dunia." Ia menyatakan, bahwa Caracas sudah mengumpulkan pengetahuan dalam perang melawan sanksi AS.

3. Kuba


Ketertarikan Kuba untuk memperluas hubungan dengan BRICS, dilontarkan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov setelah melakukan pembicaraan dengan mitranya dari Kuba, Bruno Rodriguez Parrilla.

"Kami mencatat minat teman-teman Kuba kami, dan bahkan tertarik untuk bekerja sama dengan BRICS. Sebagai ketua kelompok saat ini, Rusia akan mendukung sikap ini. Saya yakin bahwa negara-negara anggota lain akan bereaksi positif terhadap pengajuan Kuba untuk status di BRICS," kata Lavrov.

"Bidang kemanusiaan, budaya, dan pendidikan adalah bidang kerja sama yang sangat penting dengan sejarah panjang," kata diplomat tersebut.

Lavrov menekankan, bahwa selama negosiasi, Rusia dan Kuba sangat menghargai koordinasi kedua negara di panggung internasional. "Kami berbagi posisi yang sama dalam mendukung penghormatan terhadap Piagam PBB dalam semua kedalaman dan keterkaitan dari semua prinsipnya," ungkapnya.

"Kami sepenuhnya setuju tentang perlunya membangun tatanan dunia yang lebih adil dan lebih demokratis berdasarkan prinsip kesetaraan kedaulatan negara, yang diabadikan dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1945, akan tetapi telah diabaikan oleh Barat dalam hampir semua situasi yang muncul di panggung internasional sejak pembentukan PBB," ungkap Lavrov menekankan.

4. Uruguay


Bank Pembangunan Baru (NDB) – yang didirikan oleh BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) pada tahun 2015 – telah menerima Uruguay sebagai anggota baru. Dewan Gubernur NDB memberi wewenang kepada Bank untuk melakukan negosiasi formal dengan calon anggota pada akhir tahun 2021.

Uruguay menjadi negara Amerika Latin pertama yang bergabung dengan NDB. “Uruguay melihat NDB sebagai peluang besar untuk memanfaatkan kerja sama dengan negara-negara anggotanya, dengan tujuan mencapai integrasi internasional yang lebih kuat dalam perdagangan dan arus investasi lintas batas," kata HE Azucena Arbeleche, Menteri Ekonomi dan Keuangan Uruguay saat itu.

Sebagai informasi NDB didirikan oleh Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan untuk memobilisasi sumber daya bagi proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan di BRICS dan negara-negara berkembang lainnya, melengkapi upaya lembaga keuangan multilateral dan regional yang ada untuk pertumbuhan dan pembangunan global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Rekomendasi
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
Punya Usaha di Bangunan...
Punya Usaha di Bangunan Cagar Budaya? Ini Ketentuan Pengurangan PBB-P2 di Jakarta
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved