Cerita Jokowi Saat Ambil Freeport, Diancam Digulingkan hingga Papua Direbut
Kamis, 19 September 2024 - 19:00 WIB
loading...
Jokowi mengungkapkan dirinya banyak yang mengancam saat mengambil alih Freeport.Foto/Dok.Sekertariat Presiden
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bercerita banyak mendapatkan ancaman saat mengambil alih PT Freeport Indonesia. Diketahui, saham Freeport yang dimiliki Indonesia saat itu hanya 9%. Namun setelah diambil alih, kini saham Freeport yang digenggam Indonesia mencapai 51%.
Bahkan, Jokowi mengatakan banyak ancaman saat itu seperti Papua akan lepas dari Indonesia, hingga dia diancam digulingkan dari kursi Kepala Negara.
Baca Juga : Pasien IMF Mengerikan, Jokowi Sebut 85 Juta Pekerjaan Akan Hilang di 2025
“Waktu akan ambil Freeport saja, banyak yang membisiki kepada saya, ‘Pak hati-hati, Papua bisa lepas. Pak, hati-hati bapak bisa digulingkan. Pak hati-hati,” kata Jokowi saat menghadiri Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia XXII & Seminar Nasional 2024 di Surakarta, Kamis (19/9/2024).
Jokowi pun mengatakan bahwa selama 55 tahun beroperasi, Freeport tidak pernah membangun smelter di Indonesia. Dia pun meminta kepada Freeport jika ingin memperpanjang kontraknya maka harus membangun smelter.
“Freeport sendiri sudah beroperasi 55 tahun ndak pernah mau membangun yang namanya smelter karena di sana bukan hanya tembaga, ada barang lain yang harganya lebih tinggi, yaitu emas,” katanya.
Pada kesempatan itu, Jokowi pun menegaskan bahwa Freeport bukan milik Amerika. Saat ini, saham yang dimiliki Indonesia dari Freeport sudah 51%. Bahkan, kata Jokowi, akan terus bertambah hingga 61%.
Bahkan, Jokowi mengatakan banyak ancaman saat itu seperti Papua akan lepas dari Indonesia, hingga dia diancam digulingkan dari kursi Kepala Negara.
Baca Juga : Pasien IMF Mengerikan, Jokowi Sebut 85 Juta Pekerjaan Akan Hilang di 2025
“Waktu akan ambil Freeport saja, banyak yang membisiki kepada saya, ‘Pak hati-hati, Papua bisa lepas. Pak, hati-hati bapak bisa digulingkan. Pak hati-hati,” kata Jokowi saat menghadiri Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia XXII & Seminar Nasional 2024 di Surakarta, Kamis (19/9/2024).
Jokowi pun mengatakan bahwa selama 55 tahun beroperasi, Freeport tidak pernah membangun smelter di Indonesia. Dia pun meminta kepada Freeport jika ingin memperpanjang kontraknya maka harus membangun smelter.
“Freeport sendiri sudah beroperasi 55 tahun ndak pernah mau membangun yang namanya smelter karena di sana bukan hanya tembaga, ada barang lain yang harganya lebih tinggi, yaitu emas,” katanya.
Pada kesempatan itu, Jokowi pun menegaskan bahwa Freeport bukan milik Amerika. Saat ini, saham yang dimiliki Indonesia dari Freeport sudah 51%. Bahkan, kata Jokowi, akan terus bertambah hingga 61%.
Lihat Juga :