alexametrics

Jelang Natal dan Tahun Baru, Mendag Agus Kawal Stabilitas Harga

loading...
Jelang Natal dan Tahun Baru, Mendag Agus Kawal Stabilitas Harga
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menegaskan, Kementerian Perdagangan akan terus mengawal harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) agar tetap stabil, terutama pada periode hari besar keagamaan nasional (HBKN) seperti Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Untuk itu, Kemendag kembali memperkuat sinergi dan koordinasi jajaran Eselon I yang bertindak selaku koordinator wilayah, jajaran Eselon II yang bertindak selaku koordinator lapangan, beserta Tim Penetrasi Pasar yang seluruhnya berjumlah sekitar 150 orang, di kantor Kemendag.

Agus menyatakan, sinergi dan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha penting untuk menjaga stabilitas harga bapok menjelang HBKN mendatang, yakni Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.



HBKN merupakan periode yang rawan bagi komoditas bapok karena berpotensi mengalami gejolak harga akibat faktor permintaan masyarakat yang meningkat di berbagai daerah.

"Seperti periode-periode sebelumnya Kemendag berkomitmen melakukan rapat koordinasi daerah (rakorda) dan pantauan langsung ke pasar rakyat, ritel modern, serta gudang Bulog divre setempat dan gudang distributor atau swasta yang menyimpan stok bapok di berbagai daerah,” ujar Mendag di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Mendag mengungkapkan, waktu pelaksanaan rangkaian kegiatan tersebut akan berlangsung antara minggu ke-2 November sampai dengan minggu ke-2 Desember 2019. Untuk itu, Kemendag mengidentifikasi kesiapan pemerintah daerah, Perum Bulog, Satgas Pangan, dan pelaku usaha bapok dalam menghadapi Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Selain itu, juga mengoordinasikan langkah-langkah yang perlu dilakukan pihak terkait dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas bertujuan harga bapok pada periode tersebut.

Lebih lanjut, Mendag Agus menjelaskan, rakorda dan pantauan ke pasar, ritel, dan gudang. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung di 15 daerah pantauan utama, yaitu Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Papua Barat sebagai daerah yang mayoritas masyarakatnya merayakan Natal.

Sementara itu, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali diprediksi berpotensi memberikan andil inflasi cukup tinggi.

"Tantangan yang perlu kita antisipasi bersama adalah inflasi kelompok bahan makanan tahun 2019 yang cenderung naik. Selain itu, musim kemarau panjang yang hampir merata di seluruh Indonesia ditengarai juga mengakibatkan kenaikan harga cabai merah. Hal inilah yang patut kita waspadai dan antisipasi terus menerus," jelasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak