alexametrics

BKPM Kerja Keras Pulihkan Kepercayaan Investor Jepang

loading...
BKPM Kerja Keras Pulihkan Kepercayaan Investor Jepang
Sebagai upaya memulihkan kepercayaan investor Jepang, Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Investasi BKPM bertolak ke Jepang untuk menemui sejumlah pihak terkait, utamanya para pelaku usaha, Kamis (14/11/2019). Foto/Dok BKPM
A+ A-
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berupaya mengembalikan kepercayaan Jepang untuk meningkatkan investasinya di Indonesia. Hal tersebut diutarakan Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi Rizal Calvary Marimbo usai bertemu dengan Direktur Eksekutif Japan Indonesia Association (Japinda) Norio Yamazaki di Tokyo, Jepang, Kamis (14/11/2019).

“Saya tadi banyak mendengar saja keluhan pengusaha Jepang. Memang ada luka batin mendalam. Ada kekecewaan. Sebab terlanjur cinta Indonesia,” ujar Rizal dalam keterangannya, Jumat (15/11/2019).

Rizal tidak secara spesifik menyebut luka batin mendalam seperti apa yang dirasakan pengusaha Jepang. Namun, seperti diketahui bersama, Jepang memang sempat kecewa manakala pada 2015 Indonesia memilih menggandeng China dalam proyek kereta super cepat.



Secara umum, kata Rizal, keluhan pengusaha Jepang lebih ke arah masalah regulasi yang rumit, perpajakan dan pengadaan lahan. Menurut dia, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia sudah menangkap kekecewaan Jepang. Oleh karenanya, Bahlil langsung mengundang Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Senin (11/11/2019) lalu di Kantor BKPM di Jakarta.

Tak hanya itu, Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Investasi kemudian bertolak ke Jepang, menemui sejumlah pihak terkait, utamanya para pelaku usaha.

Rizal mengatakan, Kepala BKPM serius mengembalikan kepercayaan Jepang di Tanah Air. “Pesan Kepala BKPM, bahwa Indonesia sangat serius mengembalikan kepercayaan Jepang. Itu yang kami sampaikan tadi ke perwakilan para pengusaha disini,” ucap Rizal.

Guna mempercepat pulihnya kepercayaan berinvestasi di Indonesia, para investor di Jepang berharap agar Kepala BKPM segera berkunjung ke Jepang. Menurut Rizal, para investor ingin sekali mendengarkan langsung terobosan-terobosan Kepala BKPM baru.

"Mereka melihat ada harapan baru sebab kebijakan Kepala BKPM yang paling ditunggu adalah memperbaiki iklim investasi domestik. Kembali ke Indonesia, salah satu aspirasi investor ini akan saya sampaikan nanti ke beliau,” ucap Rizal.

Rizal menambahkan, pemerintah juga akan mempercepat beberapa proyek investasi atau pinjaman secara Business to Business (B to B) di kedua negara. “Ada ratusan juta dolar AS yang Jepang disiapkan untuk masuk ke Indonesia dalam waktu dekat bila kita cukup cepat menindaklanjuti. Ini cuma komitmen awal. Untuk Indonesia, Jepang siap masuk berinvestasi lebih besar lagi baik untuk skala korporasi maupun UKM,” ungkapnya.

Permintaan Kepala BKPM ini guna menindaklanjuti hasil pembicaraan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (KTT ASEAN) di Bangkok, Thailand belum lama ini. Pada kesempatan itu, kedua pemimpin membahas peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur, dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Tanah Air.

Jepang merupakan investor nomor dua terbesar di Indonesia setelah Singapura. Akumulasi investasi Jepang di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir sebesar USD 31 miliar. Kontribusi perusahaan Jepang atas ekspor di Indonesia meningkat dari 18,1% menjadi 24,4% atas nilai ekspor Indonesia.

"Kepala BKPM melihat masih terbuka ruang yang luas bagi Jepang mendatangkan investasi berbasis ekspor ke Indonesia,” ujar Rizal.

Realisasi investasi PMA (Penanaman Modal Asing) asal Jepang periode Januari-September 2019 sebagian besar di sektor Ketenagalistrikan dan Gas 58,1%, disusul Otomotif dan Transportasi sebesar 13,7%, Perumahan dan Kawasan Industri serta Perkantoran 12,6%, Industri Karet dan Plastik 2,9%, dan Sektor Lainnya sebesar 5,3%.

Namun menurut negara tujuan, investasi Jepang tak lagi menempatkan Indonesia di peringkat pertama. Investasi terbesar Jepang telah beralih ke Amerika Serikat, India, China. Sedikit lagi Indonesia digeser Vietnam dan Thailand. “Sebab kecewa mereka sedikit mengerem. Kita kerja keras untuk yakinkan Jepang,” ucap dia.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak