Tak Mau Bebani Kelas Menengah Imbas Defisit Anggaran, PM Perancis Naikkan Pajak Orang Kaya

Senin, 23 September 2024 - 13:49 WIB
loading...
Tak Mau Bebani Kelas...
Situasi keuangan Prancis sangat serius, namun tidak mau membebani pajak kepada kelas menengah dan bawah. Foto/AP
A A A
JAKARTA - Perdana Menteri Perancis Michel Barnier mengatakan pemerintah membuka peluang untuk menaikkan pajak bagi orang-orang terkaya dan beberapa perusahaan besar di Perancis. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki defisit anggaran yang tak terkendali.

Barnier mengatakan kepada lembaga penyiaran France 2 bahwa situasi keuangan pemerintah sangat serius. Namun, pihaknya tidak mau membebani pajak kepada kelas menengah dan bawah.

Baca Juga : China Kuasai Harta Karun Super Langka Dunia, AS dan Sekutu Tak Terima

"Saya tidak akan menaikkan pajak lebih jauh lagi bagi seluruh rakyat Prancis, baik bagi masyarakat yang paling sederhana, atau bagi mereka yang bekerja, maupun bagi kelas menengah. Namun saya tidak bisa mengecualikan orang-orang terkaya dari upaya nasional untuk memperbaiki situasi ini," Kata Barnier dikuitp dari Reuters, Senin (23/9/2024)

Total utang Perancis mencapai 110% dari PDB atau mendekati 3,2 juta euro. Pendapatan pajak yang lebih lemah dari perkiraan dan belanja pemerintah daerah yang lebih tinggi telah menyebabkan defisit anggaran sektor publik meningkat menjadi 6,2% dari output perekonomian tahun depan jika tidak ada upaya yang dilakukan untuk mengendalikannya.

“Sebagian besar utang kami ditempatkan di pasar internasional dan luar negeri. Kami harus menjaga kredibilitas Prancis,” kata Barnier.

Menurutnya, situasi ini memerlukan langkah-langkah untuk mengendalikan pengeluaran dan meningkatkan pendapatan. Untuk itu masyarakat dengan penghasilan tinggi harus melakukan bagian mereka agar membantu pemulihan keuangan Perancis.

Namun, Lanjut Barnier, tidak akan ada kenaikan pajak penghasilan bagi orang-orang dengan pendapatan rendah, penerima upah, atau kelas berpenghasilan menengah.

Baca Juga : Arab Saudi Cs Diam-diam Bantu Rusia Jual Minyak ke Barat, Nilainya Tembus Rp30 Triliun

“Saya tidak akan menambah beban pajak bagi seluruh rakyat Prancis, mereka sudah membayar pajak tertinggi di antara semua mitra UE,” ujarnya.

Tugas besar pertama Barnier adalah mengajukan rencana anggaran tahun 2025 yang menangani situasi keuangan Prancis bulan depan. Prancis telah ditempatkan di bawah prosedur formal karena melanggar aturan anggaran Uni Eropa.
(fch)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Rekomendasi
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved