alexametrics

Solar Denyut Nadi Industri, Pertamina Sigap Jaga Pasokan ke Sejumlah Daerah

loading...
Solar Denyut Nadi Industri, Pertamina Sigap Jaga Pasokan ke Sejumlah Daerah
Kesigapan PT. Pertamina dalam memasok solar ke berbagai wilayah di Indonesia menjadi penting karena solar adalah denyut nadi industri. Foto/Ilustrasi, Dok
A+ A-
JAKARTA - Kesigapan PT. Pertamina dalam memasok solar ke berbagai wilayah di Indonesia di antaranya Ciamis dan Tasikmalaya di Jawa Barat, Bojonegoro Jateng, Mojokerto, serta Surabaya di Jawa Timur diapresiasi. Salah satunya oleh Pakar logistik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Profesor Ina Primiana.

"Tentu (memberi apresiasi). Artinya, Pertamina sebagai agen pemerintah sudah menjalankan tugasnya dan memang seharusnya begitu," kata Ina melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Justru kata dia, kalau Pertamina lambat dalam memberikan pasokan solar ke berbagai wilayah, hal itu tentu bisa berdampak buruk. Terutama ungkapnya, untuk kelancaran logistik yang akhirnya berimbas pula terhadap pergerakan ekonomi setempat. "Solar adalah denyut nadi industri. Kalau solar terhambat, maka (pergerakan logistik) mandek. Dan itu akan membuat ekonomi daerah tersebut juga mandek," katanya.



Maka itu dia berharap, kelancaran pasokan ini bisa ditingkatkan lagi sehingga tidak ada antrean panjang solar menjelang akhir tahun karena perencanaan kuota yang sudah ditetapkan. Dia juga meminta, pemerintah harus jeli dalam memberikan besaran kuota solar kepada masing-masing daerah.

"Harus diperhitungkan dengan tepat. Pengambil kebijakan harus tepat memproyeksikan kegiatan ekonomi di daerah masing-masing. Karena kalau salah prediksi, biaya pasti bertambah. Ketepatan dalam mengambil kebijakan ini yang harus ada antara Pemerintah Daerah, dan Pusat, dan DPR," jelasnya.

Sebagai informasi Pertamina gerap cepat dalam memasok solar di beberapa wilayah guna mengurangi antrean kendaraan di berbagai SPBU. Bahkan untuk wilayah tertentu, BUMN tersebut memberi tambahan volume pasokan sebesar 20% dari konsumsi rata-rata harian.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak