Program 3 Juta Rumah Prabowo Dinilai Tak Akan Mengatasi Backlog, Ini Sebabnya

Selasa, 24 September 2024 - 20:17 WIB
loading...
Program 3 Juta Rumah...
Program 3 juta rumah yang digagas oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto tidak serta merta menjadi jawaban atas backlog perumahan.Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pengamat Properti dari CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menilai program 3 juta rumah yang digagas oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto tidak serta merta menjadi jawaban atas backlog perumahan yang saat ini sebesar 9,9 juta.

Sebab dalam pelaksanaannya, program tersebut tidak serta merta membangun 3 juta rumah baru. Akan tetapi 1 juta rumah baru akan dibangun, sedangkan 2 juta lagi hanya bersifat renovasi dan perbaikan rumah-rumah di pedesaan.

Baca Juga : Prabowo Mau Bikin Kementerian Perumahan, Begini Respons Basuki

"Program 3 juta rumah agak berbeda visinya karena bukan semata-mata untuk mengurangi backlog. Karena terbagi, 1 juta rumah tetap seperti program sejuta rumah, dan yang 2 juta lebih pada perbaikan rumah tidak layak di pedesaan," ujarnya saat dihubungi MNC Portal, Selasa (24/9/2024).

Sehingga menurutnya jika program yang dikerjakan sama yaitu membangun sebanyak 1 juta rumah pertahun, maka akan sulit untuk mengentaskan backlog sebanyak 9,9 juta, disamping pertumbuhan populasi serta pertumbuhan rumah tangga baru. Berdasarkan data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), setidaknya ada 740 ribu keluarga baru setiap tahunnya, yang selanjutnya membutuhkan hunian.

Meski demikian, Ali menyebut program 3 juta rumah yang digagas oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto memang punya sudut pandang lain, yaitu pengentasan kemiskinan di wilayah pedesaan. Sehingga penyaluran bantuan diberikan pemerintah untuk melakukan renovasi rumah dengan kuota 2 juta per tahun.

"Jadi (program 3 juta rumah) lebih pada pengentasan kemiskinan di pedesaan. Memang agak berbeda sudut pandangnya," tambahnya.

Akan tetapi, apapun programnya tetap saja membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah untuk merealisasikan program tersebut. Ali memprediksi, kebutuhan biaya renovasi 2 juta rumah program Prabowo membutuhkan sekitar Rp50 triliun per tahunnya.

Baca Juga : Pahami Jenis-jenis Pajak yang Timbul saat Jual Beli Rumah

Dihubungi secara terpisah, Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Joko Suratno menyambut baik program 3 juta rumah Prabowo - Gibran. Sebab kebijakan ini akan menjadi stimulus untuk sektor properti sekaligus menjadi optimisme untuk masyarakat.

Akan tetapi, Joko menilai keberhasilan program tersebut perlu didorong oleh keberpihakan pemerintah dari sisi fiskal maupun otoritas moneter. "Memang perlu juga ada stimulus dan insentif yang bisa diberikan kepada pelaku usaha," pungkas Joko.
(fch)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Kontribusi BRI untuk...
Kontribusi BRI untuk Program Rumah Subsidi Tembus Rp9,2 Triliun, Kuasai 54% Pasar Nasional
Dukung Pembiayaan Perumahan,...
Dukung Pembiayaan Perumahan, BSI Targetkan Penyaluran KPP Rp1,2 Triliun
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Prabowo Resmi Lantik...
Prabowo Resmi Lantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh
Prabowo Resmi Lantik...
Prabowo Resmi Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Agustina dan Trenggono Wakil
Rekomendasi
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Tak Perlu ke RS Bila...
Tak Perlu ke RS Bila Bergejala Ringan, Ini Syarat Isoman di Rumah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved