Sanksi Barat Tak Berkutik melawan Kemampuan Adaptasi Rusia

Kamis, 26 September 2024 - 18:48 WIB
loading...
A A A
Laporan itu mengatakan, bahwa "meskipun jumlah sanksi sangat tinggi, tapi dampak nyata pada ekonomi Rusia kurang jelas," dan "kerja sama global sangat diperlukan."

Pertanyaan tentang apa yang membuat sanksi efektif atau tidak penting di luar perang Rusia-Ukraina. Sanksi telah menjadi alat penting bagi Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya untuk menekan musuh agar membalikkan tindakan dan mengubah kebijakan sambil menghentikan konflik militer secara langsung.

Dampak terbatas dari sanksi Barat terhadap Rusia, terlihat jelas selama beberapa waktu. Tetapi laporan itu memberikan gambaran yang lebih rinci tentang bagaimana Rusia beradaptasi dengan sanksi dan apa artinya bagi efektivitas sanksi AS di masa depan.

Sejak awal invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, AS sudah menjatuhkan sanksi kepada lebih dari 4.000 orang dan bisnis, termasuk 80% sektor perbankan Rusia berdasarkan aset.

Pemerintahan Biden mengakui bahwa sanksi saja tidak dapat menghentikan invasi Rusia — ia juga telah mengirim sekitar USD56 miliar dalam bentuk bantuan militer ke Ukraina sejak invasi 2022. Dan banyak pakar kebijakan mengatakan, sanksi itu tidak cukup kuat, sebagaimana dibuktikan oleh pertumbuhan ekonomi Rusia.

Para pejabat AS mengatakan, Rusia telah beralih ke China untuk mendapatkan peralatan mesin, mikroelektronika dan teknologi lain yang digunakan Moskow untuk memproduksi rudal, tank, pesawat terbang dan persenjataan lainnya untuk digunakan dalam perang.

Seorang perwakilan Departemen Keuangan menunjuk pada pernyataan Menteri Keuangan Janet Yellen pada bulan Juli selama pertemuan menteri keuangan G20, di mana dia menyebut tindakan terhadap Rusia "belum pernah terjadi sebelumnya."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Rekomendasi
Kejagung Pastikan Proses...
Kejagung Pastikan Proses Etik Febrie Adriansyah Tunggu Perkara Pidana Inkrah
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Dari Mimbar ke Layar,...
Dari Mimbar ke Layar, Ketika Algoritma Jadi Guru Agama
Berita Terkini
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
PLN EPI Kebut Ekosistem...
PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved