Cara Rusia Mengurangi Ketergantungan Rute Laut Hitam di Tengah Perang

Kamis, 26 September 2024 - 22:46 WIB
loading...
A A A
Sebaliknya gangguan di Laut Hitam terus meningkat dan dapat mengurangi pasokan biji-bijian global, menurut sebuah laporan oleh Bank Dunia. Dua minggu lalu, sebuah kapal Ukraina yang membawa biji-bijian ke Mesir terkena rudal.

Pada bulan Agustus, otoritas lokal Rusia mengatakan, Ukraina menenggelamkan sebuah kapal feri yang membawa tangki bahan bakar di Port Kavkaz, yang juga digunakan untuk transshipment biji-bijian.

Daya Tarik Ekonomi

Rusia mengekspor 62 juta ton biji-bijian melalui laut pada musim 2023/2024 dengan 90% pasokan melalui Laut Hitam, sebagian besar menuju ke pasar di Timur Tengah dan Afrika Utara. Bagian ini akan turun seiring dengan pertumbuhan infrastruktur Laut Baltik.

Pelabuhan Laut Baltik memuat 1,5 juta ton biji-bijian musim lalu, meningkat tiga kali lipat dari musim sebelumnya. Akan tetapi angka tersebut masih hanya 2,4% dari keseluruhan ekspor Rusia, menurut perhitungan Reuters berdasarkan data yang tersedia untuk umum.

"Secara logistik, Baltik memiliki banyak keuntungan untuk ekspor biji-bijian," kata Darya Snitko, wakil presiden Gazprombank, salah satu bank terbesar Rusia dan salah satu pemberi pinjaman terbesar kepada petani.

Dia mengatakan, kemampuan terminal Baltik untuk menangani kapal yang lebih besar akan membantu mengurangi biaya keseluruhan.

"Pasokan dari Laut Baltik mengalahkan (ekonomi) pengiriman dari wilayah Azov-Laut Hitam ketika berdagang dengan negara-negara di Afrika di luar Mediterania serta Asia," tambahnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Rekomendasi
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Berita Terkini
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved