Cara Rusia Mengurangi Ketergantungan Rute Laut Hitam di Tengah Perang
Kamis, 26 September 2024 - 22:46 WIB
loading...
A
A
A
Vysotsky mengirimkan biji-bijian pertamanya pada April 2023, sedangkan Lugaport mulai beroperasi pada Juni tahun ini dan kapasitasnya diperkirakan akan mencapai 7 juta ton pada awal 2025, menurut pemiliknya Novaport.
Dmitry Rylko dari konsultan pertanian IKAR mengatakan, kedua pelabuhan tersebut akan mampu menangani hingga 15 juta ton per tahun ekspor pertanian, termasuk biji-bijian.
Hal ini bakal menyumbang seperempat dari perkiraan 60 juta ton ekspor biji-bijian Rusia untuk musim 2024/2025. Sementara itu, perusahaan swasta Primorsky UPK juga merencanakan membangun terminal biji-bijian di pelabuhan Primorsky dengan kapasitas hingga 5 juta ton.
Rusia telah lama menjadi pengekspor gandum, jagung, jelai, dan kacang polong terbesar di dunia dalam satu dekade terakhir. Namun pertumbuhan sektor ini dibayangi beberapa tantangan, seperti kemacetan dalam kapasitas pengiriman.
Banyak pelabuhan Rusia mengumumkan rencana untuk meningkatkan kapasitas setelah rekor panen dalam dua tahun terakhir. Terminal Baltik diperkirakan akan berkembang dengan kecepatan maksimal.
"Perluasan kapasitas terminal Laut Baltik adalah masalah keamanan dan kedaulatan ekonomi dan transportasi," kata Novotrans dalam sebuah komentar melalui email seperti dilansir Reuters.
Arus perdagangan dan pengiriman Rusia sejauh ini tidak mengalami gangguan besar di Baltik, di mana 96% garis pantai merupakan milik anggota NATO, termasuk Finlandia dan Swedia.
Dmitry Rylko dari konsultan pertanian IKAR mengatakan, kedua pelabuhan tersebut akan mampu menangani hingga 15 juta ton per tahun ekspor pertanian, termasuk biji-bijian.
Hal ini bakal menyumbang seperempat dari perkiraan 60 juta ton ekspor biji-bijian Rusia untuk musim 2024/2025. Sementara itu, perusahaan swasta Primorsky UPK juga merencanakan membangun terminal biji-bijian di pelabuhan Primorsky dengan kapasitas hingga 5 juta ton.
Target Ekspor Pertanian Rusia
Putin menetapkan target ekspor pertanian meningkat sebesar 50% pada tahun 2030 sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat posisi negara itu sebagai negara adidaya pertanian bersama dengan Brasil, Amerika Serikat dan China.Rusia telah lama menjadi pengekspor gandum, jagung, jelai, dan kacang polong terbesar di dunia dalam satu dekade terakhir. Namun pertumbuhan sektor ini dibayangi beberapa tantangan, seperti kemacetan dalam kapasitas pengiriman.
Banyak pelabuhan Rusia mengumumkan rencana untuk meningkatkan kapasitas setelah rekor panen dalam dua tahun terakhir. Terminal Baltik diperkirakan akan berkembang dengan kecepatan maksimal.
"Perluasan kapasitas terminal Laut Baltik adalah masalah keamanan dan kedaulatan ekonomi dan transportasi," kata Novotrans dalam sebuah komentar melalui email seperti dilansir Reuters.
Arus perdagangan dan pengiriman Rusia sejauh ini tidak mengalami gangguan besar di Baltik, di mana 96% garis pantai merupakan milik anggota NATO, termasuk Finlandia dan Swedia.
Lihat Juga :