China Kuasai Pasar Ekspor AS, Ini Bahayanya Jika Trump Kerek Tarif Impor 60%

Jum'at, 27 September 2024 - 08:46 WIB
loading...
A A A
Studi PIIE menganalisis dua skenario gabungan untuk menggambarkan hasil potensial jika Trump menerapkan beberapa kebijakan yang dijanjikannya secara bersamaan. Dalam skenario rendah, 1,3 juta imigran tidak berdokumen akan dideportasi, tarif akan diterapkan tetapi negara-negara lain akan menahan diri untuk tidak membalas tarif administrasi Trump dan independensi Fed akan terganggu.

Dalam skenario besar, kenaikan tarif yang sama akan terjadi, tetapi kali ini negara-negara akan membalas dengan 8,3 juta pekerja akan dideportasi dan Fed akan dipolitisasi. "Kedua skenario ini menyebabkan dorongan inflasi yang besar dan penurunan yang signifikan pada lapangan kerja AS, terutama di sektor manufaktur dan pertanian," kata laporan tersebut dikutip dari SCMP, Jumat (27/9/2024).

"Skenario-skenario ini berbeda terutama dalam hal besarnya kerusakan yang terjadi pada rumah tangga, perusahaan, dan ekonomi secara keseluruhan."

Proyeksi PIIE diukur sebagai deviasi dari garis dasar AS antara tahun 2025 hingga 2040 dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil tahunan rata-rata 1,9 persen, pertumbuhan lapangan kerja tahunan sebesar 1,5 persen, dan inflasi tahunan sebesar 1,9 persen.

Menurut temuan tersebut, pada akhir masa jabatan empat tahun Trump di 2028, PDB riil AS dengan nilai total barang yang diproduksi dalam setahun akan merosot 2,8 persen dibandingkan dengan baseline dalam skenario rendah, dengan kontraksi 9,7 persen dalam skenario tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Rekomendasi
Perjalanan Kereta Lebih...
Perjalanan Kereta Lebih Tenang, Ada Perlindungan untuk Keterlambatan dan Pembatalan
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Berita Terkini
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Infografis
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved