Diserang DPR Buka Ekspor Benih Lobster, Edhy Prabowo Ngeles Ingin Bantu Nelayan

Kamis, 27 Agustus 2020 - 22:34 WIB
loading...
Diserang DPR Buka Ekspor...
Menteri KKP Edhy Prabowo. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo menangkis serangan kritikan dari anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Yohanis terkait kebijakan membuka kran ekspor benih lobster yang mayoritas disebar ke Vietnam. Menurut Edhy, kebijakan ekspor benih kobster ini dapat menggerakkan ekonomi nelayan di daerah. Selain itu juga, membuat nelayan yang mendapat pekerjaan.

"Semangat pemberian izin ini kalau dirasakan di nelayan-nelayan di daerah selatan Jawa itu ekonomi-ekonomi sudah mulai tumbuh. Mereka yang tadinya nganggur ikut ngambil lobster. Kita disini juga ada progam yang mana membudiyakan nelayan," ujar Edy di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/8/2020).

Baca Juga: Ekspor Benih Lobster Dibuka, Stafsus Menteri Edhy: Semua Pihak Untung dan Happy

Dia mengatakan benih lobster yang diekspor dijual Rp15.000 per ekor itu hanya bersifat sementara. Pasalnya penentuan penjualan budidaya lobster agar menghindari kecurangan nelayan yang memanfaatkan kebijakan benih lobster.

"Di sini kita naikan harganya agar tidak atau mungkin ada yang curi-curi silakan saja mereka main kucing-kucingan tapi saya yakin cepat atau lambat akan ketauan,"katanya.

Baca Juga: Awas! Sri Mulyani Bilang Bakal Banyak Pengusaha Kaya Tiba-tiba Jatuh Miskin

Sebelumnya, Yohanis mengatakan ekspor benih lobster disebut hanya menguntungkan pengusaha, bukan nelayan. "Mohon maaf saya harus mengatakan ini di sisi lain eksportir benih lobster ini untung gila-gilaan padahal dalam kesempatan sebelumnya kita diskusi semangat permen ini bicara ekspor benih lobster ini semangatnya budi daya lobster. 2% pun budidaya yang dilepas itu menurut saya masih sangat rendah," tandasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
KKP Pastikan Proyek...
KKP Pastikan Proyek Pagar Beton Cilincing Sudah Kantongi Izin
Pemerintah Batalkan...
Pemerintah Batalkan Rencana Perkecil Rumah Subsidi Jadi 18 Meter Persegi
Langkah Akseleratif...
Langkah Akseleratif Transformasi BRI Tuai Dukungan Komisi XI DPR RI
5 Pulau Indonesia Dijual...
5 Pulau Indonesia Dijual di Situs Asing, Salah Satunya Dihargai Rp2,67 Miliar
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bakal Geruduk DPR, Bawa Tiga Tuntutan Rakyat
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
Rekomendasi
Truk Tabrak Motor di...
Truk Tabrak Motor di Bekasi Timur: 1 Orang Tewas, 5 Luka-luka
Suporter Ikonik DR Kongo...
Suporter Ikonik DR Kongo Gagal Masuk AS Gara-gara Visa Ditolak
Komitmen Nol Emisi FIFA...
Komitmen Nol Emisi FIFA Tercoreng Jet Pribadi Infantino di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
IHSG Jeblok Nyaris 1%...
IHSG Jeblok Nyaris 1% ke 5.838 Siang Ini, Ratusan Saham Merana
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Infografis
Rusia Didesak China,...
Rusia Didesak China, Buka Blokade Ekspor Biji-bijian di Laut Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved