Menkeu Pelajari Modus Penyelundupan Komponen Harley Davidson

Selasa, 03 Desember 2019 - 14:53 WIB
Menkeu Pelajari Modus...
Menkeu Pelajari Modus Penyelundupan Komponen Harley Davidson
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani buka suara mengenai dugaan penyelundupan sepeda motor Harley Davidson yang diangkut pesawat baru Garuda Indonesia A300-900 Neo. Hal ini menjadi perbincangan setelah sebelumnya komponen motor gede itu disita oleh pihak Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sebagai informasi, komponen Harley Davidson bekas dan dua sepeda Brompton baru diduga ilegal diangkut oleh pesawat PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pesawat itu adalah pesawat baru pesanan Garuda, yakni Airbus A330-900 Neo.

Sri Mulyani mengakui penyelundupan dengan berbagai modus memang kerap terjadi. Modus penyelundupan komponen sepeda motor Harley Davidson ini menurutnya akan dipelajari lebih lanjut oleh pihak berwenang.

"Kita memahami modus-modus untuk penyelundupan itu terjadi dengan berbagai cara. Kemarin kita bicara jastip (jasa titip) di mana ada splitting, satu komoditas dipecah kecil dan dikirim melalui berbagai penumpang," ujar Sri Mulyani di Gedung DJP, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengaku bakal memperketat pengawasan melalui Bea Cukai. Ia juga meminta Bea Cukai meningkatkan kemampuan untuk mencegah modus penyelundupan barang ilegal.

"Kami akan terus meningkatkan MoU kerja sama Bea Cukai dengan negara lain, seperti Singapura, misalnya, kita formulasikan kemudahan begitu kita buat ada saja yang menjadikannya penumpang gelap," jelasnya.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan saat ini tengah menginvestigasi kasus penyelundupan komponen Harley Davidson menggunakan pesawat Garuda A300-900 Neo tersebut. Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi sebelumnya mengatakan, investigasi diharapkan rampung beberapa hari ke depan.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Gagalkan...
Pemerintah Gagalkan 31.275 Penyelundupan, Sri Mulyani: Selamatkan Rp3.9 Triliun
Sri Mulyani Umumkan...
Sri Mulyani Umumkan APBN Alami Defisit Rp35 Triliun
Sri Mulyani Diminta...
Sri Mulyani Diminta Kembali Menjadi Menteri Keuangan oleh Prabowo Subianto
Pertemuan Menkeu dengan...
Pertemuan Menkeu dengan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran
Tanggapan atas Pandangan...
Tanggapan atas Pandangan DPR terhadap RAPBN 2025
Komisi XI DPR dan Menkeu...
Komisi XI DPR dan Menkeu Bahas Strategi Efisiensi Anggaran 2025
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
9 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
10 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
12 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
12 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
12 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved