3 Alasan BRICS Membuat Mata Uang Baru untuk Tandingi Dolar AS
Senin, 30 September 2024 - 08:08 WIB
loading...
Apa alasan BRICS yang terus menggaungkan mata uang baru sebagai pesaing dolar AS (Amerika Serikat). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - BRICS yang awalnya hanya terdiri dari Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan, sedang membangun mata uang baru sebagai pesaing dolar AS (Amerika Serikat). Lantas apa alasan BRICS yang terus menggaungkan mata uang baru di antara anggotanya?.
Mata uang BRICS yang potensial akan memungkinkan negara-negara ini untuk menegaskan kemandirian ekonomi mereka sambil bersaing dengan sistem keuangan internasional yang ada. Sistem saat ini didominasi oleh dolar AS, yang menyumbang sekitar 90% dari semua perdagangan mata uang.
Baca Juga: Afrika Selatan Pastikan Mata Uang Bersama BRICS Terus Dikaji
Hingga saat ini, hampir 100% perdagangan minyak dilakukan dalam dolar AS, namun pada tahun 2023 seperlima dari perdagangan minyak dilaporkan sudah memakai mata uang non-dolar AS.
Inti dari situasi yang sedang berlangsung saat ini adalah perang dagang AS dengan China, serta sanksi AS terhadap China dan Rusia. Jika negara-negara BRICS membentuk mata uang cadangan baru, kemungkinan akan berdampak signifikan pada dolar AS, yang berpotensi menyebabkan penurunan permintaan, atau apa yang dikenal sebagai dedolarisasi.
Baca Juga: Pejabat BRICS: Perdagangan Mata Uang Lokal Sudah Lampaui Dolar AS
Mata uang BRICS yang potensial akan memungkinkan negara-negara ini untuk menegaskan kemandirian ekonomi mereka sambil bersaing dengan sistem keuangan internasional yang ada. Sistem saat ini didominasi oleh dolar AS, yang menyumbang sekitar 90% dari semua perdagangan mata uang.
Baca Juga: Afrika Selatan Pastikan Mata Uang Bersama BRICS Terus Dikaji
Hingga saat ini, hampir 100% perdagangan minyak dilakukan dalam dolar AS, namun pada tahun 2023 seperlima dari perdagangan minyak dilaporkan sudah memakai mata uang non-dolar AS.
Inti dari situasi yang sedang berlangsung saat ini adalah perang dagang AS dengan China, serta sanksi AS terhadap China dan Rusia. Jika negara-negara BRICS membentuk mata uang cadangan baru, kemungkinan akan berdampak signifikan pada dolar AS, yang berpotensi menyebabkan penurunan permintaan, atau apa yang dikenal sebagai dedolarisasi.
Baca Juga: Pejabat BRICS: Perdagangan Mata Uang Lokal Sudah Lampaui Dolar AS
Lihat Juga :