3 Alasan BRICS Membuat Mata Uang Baru untuk Tandingi Dolar AS

Senin, 30 September 2024 - 08:08 WIB
loading...
A A A
Pada gilirannya, ini akan berimplikasi pada Amerika Serikat dan ekonomi global. Sementara itu pada debat Presiden AS pertama antara mantan Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden saat ini Kamala Harris pada 10 September, Trump menabar ancaman bakal melipatgandakan tarif terhadap negara-negara yang ingin menjauh dari dolar AS sebagai mata uang global.

Ia mengambil sikap tegas terhadap China, dengan menekankan bakal menerapkan tarif 60% hingga 100% pada impor China jika terpilih. Di sisi lain masih terlalu dini untuk memprediksi kapan mata uang BRICS akan dirilis, tetapi ini adalah saat yang tepat untuk melihat potensi mata uang BRICS dan kemungkinan implikasinya bagi investor.

Mengapa Negara-negara BRICS Ingin Menciptakan Mata Uang Baru?

Negara-negara BRICS memiliki banyak alasan untuk membuat mata uang baru. Tantangan keuangan global baru-baru ini dan kebijakan luar negeri AS yang agresif telah mendorong negara-negara BRICS untuk mengeksplorasi kemungkinan tersebut.

BRICS ingin melayani kepentingan ekonomi mereka sendiri dengan lebih baik, sambil mengurangi ketergantungan global pada dolar AS dan euro.

Belum ada tanggal peluncuran yang pasti, tetapi para pemimpin negara telah membahas kemungkinan itu secara panjang lebar. Selama KTT BRICS ke-14, yang diadakan pada pertengahan 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan negara-negara BRICS berencana untuk menerbitkan "mata uang cadangan global baru," dan siap untuk bekerja secara terbuka dengan semua mitra perdagangan yang adil.

Pada April 2023, Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva menunjukkan dukungan terhadap pembentukan mata uang BRICS. Ia mengatakan "Mengapa lembaga seperti bank BRICS tidak dapat memiliki mata uang untuk membiayai hubungan perdagangan antara Brasil dan China, antara Brasil dan semua negara BRICS lainnya? Siapa yang memutuskan bahwa dolar adalah mata uang (perdagangan) setelah berakhirnya paritas emas?"

Dalam beberapa tahun terakhir, AS telah menjatuhkan banyak sanksi terhadap Rusia dan Iran. Kini kedua negara bekerja sama untuk mewujudkan mata uang BRICS yang akan menghapus dampak ekonomi dari pembatasan tersebut, demikian menurut Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalal, saat berbicara pada konferensi pers Russia–Islamic World: KazanForum pada Mei 2024.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Mahasiswa UNS Diajak...
Mahasiswa UNS Diajak Pahami Penyebab Rupiah Melemah dan Dolar Naik di ICC 2026
Rekomendasi
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Kuasa Hukum Tegaskan...
Kuasa Hukum Tegaskan Sarwendah Tak Pernah Laporkan Betrand Peto ke Polres Jaksel
Istri Sirinya Mau Lahiran,...
Istri Sirinya Mau Lahiran, Vicky Prasetyo Minta Doa
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
PT KCN Perkuat Peran...
PT KCN Perkuat Peran Pelabuhan Penyangga Saat Aktivitas Logistik di Tanjung Priok Meningkat
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
Infografis
3 Alasan Rusia Kini...
3 Alasan Rusia Kini Didukung AS untuk Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved