3 Alasan BRICS Membuat Mata Uang Baru untuk Tandingi Dolar AS

Senin, 30 September 2024 - 08:08 WIB
loading...
A A A
Beberapa ahli percaya bahwa mata uang BRICS adalah ide yang cacat, karena akan menyatukan negara-negara dengan ekonomi yang sangat berbeda. Ada juga kekhawatiran bahwa anggota non-China mungkin akan meningkatkan ketergantungan mereka pada yuan China.

Kabarnya, ketika Rusia menuntut pada Oktober 2023 agar India membayar minyak dalam yuan, India menolak untuk menggunakan apapun selain dolar AS atau rupee.

Apa keuntungan dari mata uang BRICS?


Mata uang baru dapat memiliki beberapa manfaat bagi negara-negara BRICS, termasuk transaksi lintas batas yang lebih efisien dan peningkatan inklusi keuangan. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, mata uang digital, dan kontrak pintar, mata uang tersebut dapat merevolusi sistem keuangan global.

Berkat pembayaran lintas batas yang mulus, hal itu juga dapat mempromosikan integrasi perdagangan dan ekonomi di antara negara-negara BRICS dan sekitarnya.

Mata uang BRICS baru juga akan memperkuat integrasi ekonomi di negara-negara BRICS. Mengurangi pengaruh AS di panggung global, Melemahkan posisi dolar AS sebagai mata uang cadangan global.

Ditambah juga mendorong negara lain untuk membentuk aliansi dalam mengembangkan mata uang regional. Memitigasi risiko yang terkait dengan volatilitas global karena tindakan sepihak dan berkurangnya ketergantungan dolar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Mahasiswa UNS Diajak...
Mahasiswa UNS Diajak Pahami Penyebab Rupiah Melemah dan Dolar Naik di ICC 2026
Rekomendasi
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Dulu Dipaksa Les Nyanyi,...
Dulu Dipaksa Les Nyanyi, Kini Arcelly Bersinar di Panggung Nasional
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Dasco Pimpin Safari DPR ke Parpol Nonparlemen Minta Masukan RUU Pemilu
Berita Terkini
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
TikTok Bidik Pertumbuhan...
TikTok Bidik Pertumbuhan Aplikasi Asia Tenggara lewat Inovasi AI
IHSG Ambruk 3,56% ke...
IHSG Ambruk 3,56% ke 5.883 Sore Ini, Tekanan Jual Hantam Nyaris Seluruh Sektor
Hadapi Ketidakpastian...
Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi
IFG Life Tekankan Pentingnya...
IFG Life Tekankan Pentingnya Perencanaan Dana Pendidikan Sejak Dini
Bea Cukai Musnahkan...
Bea Cukai Musnahkan 44 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp32,9 Miliar
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved