Pejabat BRICS: Perdagangan Mata Uang Lokal Sudah Lampaui Dolar AS

Senin, 23 September 2024 - 14:37 WIB
loading...
Pejabat BRICS: Perdagangan...
Perdagangan mata uang lokal telah melebihi transaksi yang diselesaikan dalam dolar AS. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Di tengah upaya aliansi ini untuk mengurangi ketergantungan pada greenback, seorang pejabat BRICS telah mengkonfirmasi bahwa perdagangan mata uang lokal telah melebihi transaksi yang diselesaikan dalam dolar Amerika Serikat (AS). Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri BRICS, Sameep Shastri, mengkonfirmasi bahwa aliansi-aliansi ini terus bergerak menjauh dari perdagangan mata uang Barat.

Dedolarisasi tetap menjadi fokus bagi blok BRICS. Dengan semakin dekatnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2024, sektor geopolitik mengharapkan pengumuman besar-besaran dari kelompok ini. Secara khusus, ada antisipasi bahwa sistem pembayaran blockchain dapat diatur untuk memulai debutnya.

Baca Juga: 23 Negara Resmi Daftar Anggota BRICS, Tetangga Indonesia Ikut Antre

Sepanjang tahun lalu, blok BRICS telah menantang dominasi dolar AS. Blok ini telah berkomitmen untuk mengurangi ketergantungan internasional pada aset tersebut. Hal ini telah mendorong pergeseran global. Berdasarkan laporan Atlantic CouncilSejak tahun 2002, cadangan global yang disimpan dalam greenback turun 14%. Adapun metrik tersebut sejalan dengan tahun pertama operasi penuh untuk kolektif lima negara.

Blok ini telah berkembang pesat sejak saat itu. Sekarang, seorang pejabat BRICS telah mengkonfirmasi bahwa perdagangan mata uang nasional telah melebihi kesepakatan yang diselesaikan dalam dolar AS.

Shastri mencatat bahwa perjanjian perdagangan bergantung pada penyelesaian dalam mata uang lokal sebagai langkah yang hemat biaya. Sesuatu yang hanya dapat dilacak lebih cepat oleh sanksi-sanksi Barat terhadap negara-negara aliansi.

"Saya sudah merasa bahwa hal ini sudah disalip karena negara-negara tersebut sangat senang melakukan perdagangan dalam mata uang mereka sendiri," kata Shastri disitir dari WatcherGuru, Senin (22/9/2024).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Rekomendasi
5 Kebiasaan yang Bikin...
5 Kebiasaan yang Bikin Pencernaan Sehat dan Menurunkan Berat Badan
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Infografis
Donald Trump Ancam BRICS...
Donald Trump Ancam BRICS Jika Tinggalkan Dolar Amerika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved