alexametrics

BI Sebut Ada Lima Tantangan Perekonomian Sumut di 2020

loading...
BI Sebut Ada Lima Tantangan Perekonomian Sumut di 2020
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatra Utara, Wiwiek Sisto Widayat. Foto/SINDOnews/M. Andi Yusri
A+ A-
MEDAN - Ditengah optimisme prospek kinerja ekonomi Sumatra Utara (Sumut) tahun 2020, beberapa tantangan perekonomian masih perlu mendapat perhatian dari seluruh pemangku kepentingan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatra Utara, Wiwiek Sisto Widayat, mengatakan berbagai tantangan tersebut dapat menjadi faktor penahan dalam upaya mendorong dan mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, ada lima tantangan perekonomian utama yang dihadapi oleh Sumut yang dinilai perlu segera diatasi. "Tantangan pertama adalah masih besarnya ketergantungan terhadap ekspor terkait komoditas perkebunan dan gejala berkurangnya kontribusi lapangan usaha industri pengolahan kepada perekomian," terangnya di Medan, Kamis (5/12/2019).



Wiwiek menambahkan, ditengah potensi sumber daya alam yang cukup beragam, ekspor Sumut ke pasar luar negeri masih sangat didominasi oleh produk CPO dan karet olahan. Kemudian tantangan yang kedua yaitu belum optimalnya efisiensi investasi dan masih cukup rendahnya daya saing Sumut dibanding daerah lain.

"Lemahnya daya saing pada gilirannya dapat semakin menghambat upaya untuk memperbaiki investasi. Karena investor akan cenderung memilih daerah dengan daya saing yang lebih baik," jelasnya.

Tantangan ketiga yaitu masih terbatasnya kemampuan fiskal serta adanya tendensi backloading dan prosiklikalitas pada pola realisasi belanja daerah.

"Tantangan yang keempat yaitu masih diperlukannya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sampai pertengahan tahun 2019, Sumut masih menjadi salah satu provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka yang cukup tinggi dibandingkan provinsi lain," tuturnya.

Kemudian tantangan yang kelima yaitu risiko tergerusnya daya beli masyarakat seiring dengan fluktuasi inflasi, khususnya inflasi kelompok bahan makanan (pangan).

"Lebih besarnya kenaikan inflasi dibandingkan pendapatan masyarakat akan berdampak pada semakin buruknya tingkat kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Dengan berbagai tantangan yang ada, Sumut juga perlu memperkuat sinergi, transformasi, dan inovasi untuk menjaga momentum perbaikan ekonomi mendatang.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak