Mata Uang BRICS Ancam Dominasi Dolar AS dalam Perdagangan Minyak dan Perbankan Global

Selasa, 01 Oktober 2024 - 16:12 WIB
loading...
A A A
Penciptaan mata uang BRICS dapat mengancam dominasi dolar AS dalam minyak dan perbankan global, Nasdaq memperingatkan. Memang, bursa saham ini mengidentifikasi tujuh area yang dapat mengalami perubahan besar jika negara-negara selatan mengembangkan mata uang. Khususnya, dalam hal bagaimana sektor-sektor ini bergantung pada greenback.

Baca Juga: Israel Luncurkan Invasi Darat, Tentara Lebanon Pilih Mundur

Menurut laporan terbaru dari Bursa AS, mata uang BRICS juga dapat mempengaruhi komoditas, perdagangan internasional, teknologi, pariwisata, dan pasar valuta asing.

"Pergeseran potensial ke arah mata uang BRICS yang baru dapat memiliki implikasi yang signifikan terhadap ekonomi Amerika Utara, dan operasi investor di dalamnya," dikutip dari laporan bursa tersebut dari WatcherGuru, Selasa (1/10/2024). "Mata uang BRICS yang baru juga akan memperkenalkan pasangan perdagangan baru."

Selain itu, mereka juga menyatakan bahwa mata uang ini akan mempengaruhi volatilitas pasar yang mengharuskan para investor untuk memikirkan kembali strategi-strategi mereka. Secara keseluruhan, ini akan memberikan guncangan besar pada pasar keuangan global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Berita Terkini
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Infografis
5 Mata Uang Calon Pengganti...
5 Mata Uang Calon Pengganti Dolar AS Jika USD Runtuh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved