Apa Efek Dedolarisasi Terhadap Harga Minyak Dunia?

Selasa, 12 November 2024 - 11:16 WIB
loading...
Apa Efek Dedolarisasi...
Beberapa tanda-tanda dedolarisasi terlihat jelas di ruang komoditas, dimana transaksi energi dilakukan dengan menggunakan mata uang non-USD atau dolar AS. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Beberapa tanda-tanda dedolarisasi terlihat jelas di ruang komoditas, dimana transaksi energi dilakukan dengan menggunakan mata uang non-USD. Misalnya produk minyak Rusia yang diekspor ke timur dan selatan dijual dalam mata uang lokal pembeli, atau dalam mata uang negara-negara yang dianggap Rusia bersahabat.

Di tempat lain, India, China, dan Turki semuanya menggunakan atau mencari alternatif untuk greenback. Meski begitu mayoritas perdagangan minyak dunia masih menggunakan dolar AS . Baca Juga: Seberapa Mengerikan jika Keruntuhan Dolar AS Terjadi? Ini Efeknya

"Sebagian besar minyak dunia masih dijual seharga dolar. Tetapi dengan Rusia, pengekspor minyak terbesar kedua di dunia, menjual ekspor minyak buminya dalam mata uang lokal pelanggannya, produsen lain kemungkinan bisa mengikutinya," kata Kepala Strategi Komoditas Global di JP Morgan, Natasha Kaneva.

Apa dampak dari dedolarisasi?

Pada dasarnya, de-dolarisasi akan menggeser keseimbangan kekuatan di antara negara-negara, dan ini pada gilirannya dapat membentuk kembali ekonomi dan pasar global.

Dampaknya akan paling terasa di AS (Amerika Serikat), di mana de-dolarisasi kemungkinan akan menyebabkan depresiasi yang luas dan kinerja yang buruk dari aset keuangan AS.

"Untuk ekuitas AS, pengembalian langsung akan dipengaruhi secara negatif oleh divestasi atau realokasi dari pasar AS dan hilangnya kepercayaan. Kemungkinan juga akan ada tekanan pada imbal hasil riil karena divestasi parsial pendapatan tetap AS oleh investor, atau diversifikasi atau pengurangan alokasi cadangan internasional," kata Alexander Wise, selaku peneliti strategis di JP Morgan.

Namun efek dedolarisasi pada pertumbuhan AS tidak pasti. Sementara dolar yang tertekan secara struktural dapat menggerus daya saing AS, itu juga dapat secara langsung menurunkan investasi asing dalam ekonomi AS. Selain itu, pelemahan dolar pada prinsipnya dapat menciptakan tekanan inflasi di AS dengan menaikkan biaya barang dan jasa impor, meskipun diperkirakan kemungkinan efek ini relatif kecil.

Petrodolar

Mantan penasehat CIA, James Rickards, yang juga bankir investasi mengatakan, dorongan untuk mata uang baru yang dipelopori oleh kelompok BRICS+ akan mempengaruhi perdagangan dunia. Investasi asing langsung dan portofolio investor dengan cara yang dramatis dan tak terduga, dapat juga menyebabkan gejolak geopolitik.

Masuknya Arab Saudi menjadi kunci, lantaran negara ini membantu AS dalam mendorong mata uang dolar ke status hegemoni dunia melalui pembentukan sistem petrodolar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Melemah Makin...
Rupiah Melemah Makin Dalam Diterpa Serangan AS ke Iran, Hari Ini Rp17.966/USD
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
Rupiah Tembus Rp17.930...
Rupiah Tembus Rp17.930 per Dolar AS, Risiko Impor Minyak Makin Besar
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp17.900, IHSG Tiba-tiba Anjlok 2,35%
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Mahasiswa UNS Diajak...
Mahasiswa UNS Diajak Pahami Penyebab Rupiah Melemah dan Dolar Naik di ICC 2026
Prabowo: Rakyat di Desa...
Prabowo: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar Kok
Mengapa Mata Uang Kuwait...
Mengapa Mata Uang Kuwait Terkuat di Dunia, Sedangkan Rupiah RI Terpuruk Rp17.377 Per Dolar?
Rekomendasi
7 Senjata yang Mengubah...
7 Senjata yang Mengubah Dunia pada Perang Dunia II, dari Supersonik hingga Bom Nuklir
Copot 3 Pimpinan BGN,...
Copot 3 Pimpinan BGN, Prabowo: Saya Sedih, Mengganti Orang yang Saya Sayangi
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Berita Terkini
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
Purbaya Ungkap Fakta...
Purbaya Ungkap Fakta Mengejutkan soal Penangkapan Kepala BGN, Apa Itu?
Perluas Jangkauan Layanan...
Perluas Jangkauan Layanan TIC, Sucofindo Resmikan Kantor Pemasaran di Aceh
UI dan Binus Adu Inovasi...
UI dan Binus Adu Inovasi Kembangkan Desa Wisata Tomohon, Siapa Terpilih?
Modernland Realty Dorong...
Modernland Realty Dorong Pertumbuhan Bisnis Berbasis Keberlanjutan
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved