RI Negara Kedua Implementasikan Inisiatif Pengadaan Bertanggung Jawab

Kamis, 03 Oktober 2024 - 22:03 WIB
loading...
RI Negara Kedua Implementasikan...
Peluncuran proyek Inisiatif Pengadaan Bertangggung Jawab di Jakarta, Kamis (3/10/2024). FOTO/Ist
A A A
JAKARTA - The Circulate Initiative, organisasi nirlaba yang berdedikasi untuk mengatasi permasalahan polusi plastik di lautan pada negara berkembang, mengumumkan bahwa Indonesia akan menjadi negara kedua untuk penerapan Inisiatif Pengadaan Bertanggung Jawab. Inisiasi proyek di Indonesia dilakukan setelah peluncuran di Vietnam awal tahun ini, mendahului proyek serupa yang direncanakan di India dan Kenya.

Inisiatif Pengadaan Bertanggung Jawab merupakan sebuah program global tahunan yang dirancang untuk mengatasi tantangan HAM yang paling mendesak dalam value chain daur ulang plastik. Insiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sekitar 50.000 pekerja informal sektor limbah pada tahun 2026 di beberapa pasar tertentu.

Inisiatif global ini juga bertujuan untuk memastikan komitmen dari lebih dari 50 merek global, investor, pengolah daur ulang, dan pengumpul untuk mengadopsi sebuah kerangka kerja terpadu yang menawarkan pendekatan praktis dalam menerapkan praktik sourcing bertanggung jawab.

Baca Juga: 108 Negara Berpotensi Gagal Jadi Negara Maju, Indonesia Termasuk?

Pada tahun 2025, pemerintah menargetkan pengurangan limbah sebesar 30% dan pengurangan sampah plastik di laut sebesar 70%. Di negara ini, pekerja informal sektor limbah atau pemulung, memainkan peran penting dalam pengelolaan limbah plastik, dengan mengumpulkan sekitar 1 juta ton limbah per tahun.

"Di Indonesia, pemulung memiliki peran penting dalam membantu mengatasi krisis polusi plastik dan kami berharap dapat bekerja sama dengan mereka dengan tujuan mengatasi tantangan serta memastikan hak-hak mereka dihormati," ungkap Program Director di The Circulate Initiative Annerieke Douma melalui keterangan pers, Kamis (3/10/2024).

The Circulate Initiative, kata dia, berupaya menciptakan pendekatan yang dapat mengubah sistem yang bertujuan untuk memastikan rantai pasokan yang bertanggung jawab. Namun ini juga membutuhkan kolaborasi dan komitmen dari semua pemangku kepentingan di sepanjang value chain daur ulang plastik.

Terkait dengan itu, di Indonesia, The Coca-Cola Company dan Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) akan bermitra dengan Yayasan Mahija Parahita Nusantara mendukung penerapan praktik sourcing bertanggung jawab dan membantu meningkatkan kesejahteraan para pekerja informal sektor limbah dalam value chain mitra daur ulang, PT Amandina Bumi Nusantara.

"Kontribusi sektor pengumpulan limbah informal sangat penting untuk mendorong ekonomi sirkular dan membantu memastikan pasokan plastik daur ulang berkualitas tinggi yang konsisten di Indonesia. Penghormatan terhadap hak asasi manusia pada mereka yang bekerja di sektor ini juga sama pentingnya," kata Senior Vice President, Global Human Rights, Labor, and Employee Relations The Coca-Cola Company, Paul Lalli.

Baca Juga: Mewujudkan Keberlanjutan Lingkungan melalui Inisiatif Daur Ulang Limbah Plastik

Karena itu, tegas dia, pihaknya mendukung Inisiatif Pengadaan Bertanggung Jawab dari The Circulate Initiative dan berharap dapat bekerja sama dengan mitra lokal Yayasan Mahija Parahita Nusantara dan PT Amandina Bumi Nusantara dalam proyek-proyek yang membantu memperdalam pemahaman industri tentang rantai pasokan yang bertanggung jawab.

Direktur Utama Amandina Bumi Nusantara Suharji Gasali mengatakan, pihaknya sangat bergantung pada keterampilan pekerja informal sektor limbah yang memasok limbah plastik berkualitas tinggi untuk didaur ulang. Karena itu, pihaknya senang bisa menjadi bagian dari inisiatif ini dan menerapkannya dalam rantai pasokannya sendiri. "Sehingga kami dapat meningkatkan kondisi mereka serta menjadi model bagi rantai pasokan lainnya di Indonesia, maupun negara lain," tuturnya.

Sementara, Ketua Yayasan Mahija Parahita Nusantara Ardhina Zaiza mengatakan, pihaknya berharap dapat terus melanjutkan kolaborasi dan kemitraan dengan masyarakat yang tergabung dalam komunitas pemulung untuk mengeksplorasi peluang baru guna meningkatkan kesejahteraan mereka. "Inisiatif ini merupakan kesempatan bagi kami untuk menyelaraskan upaya dalam mendukung mata pencaharian para pemulung, karyawan, dan keluarga mereka," ujarnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Konsolidasi...
Perkuat Konsolidasi Industri AMDK dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
TP PKK Jateng Gandeng...
TP PKK Jateng Gandeng Swasta Dorong Pengelolaan Limbah Rumah Tangga
Sampah Plastik di Wilayah...
Sampah Plastik di Wilayah Pesisir Jadi Ancaman! Salaka, KEHATI, dan Nestle Bergerak
Kolaborasi Multipihak...
Kolaborasi Multipihak Dorong Dekarbonisasi dan Inisiatif Ekonomi Sirkular untuk Daya Saing Industri
Pendekatan Ekonomi Sirkular...
Pendekatan Ekonomi Sirkular Didorong Benahi Sistem Pengelolaan Sampah
Mendorong Ekonomi Sirkular...
Mendorong Ekonomi Sirkular di Kelurahan Kutawaru Melalui Program MAMAKU SIGAP
Anak Diajarkan Bijak...
Anak Diajarkan Bijak Mengelola Sampah Plastik Sejak Dini Lewat Kegiatan Interaktif
Material Kompos di Klungkung...
Material Kompos di Klungkung Tercampur Plastik, Tika Winawan Desak Pengawasan Hulu hingga ke Hilir
PGN Gelar Program Tukar...
PGN Gelar Program Tukar Sampah Plastik untuk BBG
Rekomendasi
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Tangan Berkeringat Disebut...
Tangan Berkeringat Disebut Tanda Jantung , Mitos atau Fakta?
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved