Jika Perang Besar di Timur Tengah Pecah, Harga Minyak Bisa USD150 per Barel

Jum'at, 04 Oktober 2024 - 13:41 WIB
loading...
Jika Perang Besar di...
Harga minyak diprediksi bisa meroket hingga USD150 per barel jika perang besar pecah di Timur tengah. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Sejak perang Israel-Palestina berkecamuk Oktober tahun lalu, gangguan terbatas kerap terjadi pada pasar minyak. Namun, harga minyak tetap tertekan akibat peningkatan produksi dari AS dan permintaan yang lesu dari China.

Akan tetapi, sentimen ini diprediksi dapat berubah minggu-minggu ini. Harga minyak mentah baru-baru ini mengalami kenaikan setelah Iran melancarkan serangan rudal balistik ke Israel, yang meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut. Dalam beberapa hari terakhir, pengamat telah membunyikan alarm, memperingatkan adanya ancaman nyata terhadap pasokan.

Iran, yang merupakan anggota OPEC, merupakan pemain kunci di pasar minyak global. Negara ini memproduksi hampir 4 juta barel minyak per hari. Diperkirakan 4% dari pasokan dunia dapat terancam jika Israel melakukan tindakan balasan dan menargetkan infrastruktur minyak Iran.

Baca Juga: AS dan Israel Bahas Rencana Serang Fasilitas Minyak Iran

Saul Kavonic, analis energi senior di MST Marquee, mengemukakan Pulau Kharg Iran, yang bertanggung jawab atas 90% ekspor minyak mentah negara itu, berpotensi menjadi target serangan balasan Israel.

"Apakah ini merupakan awal yang jauh lebih dekat dari konflik yang lebih luas yang dapat memengaruhi transit melalui Selat Hormuz," ujarnya, seperti dilansir CNBC, Jumat (4/10/2024).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Rekomendasi
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved