Jika Perang Besar di Timur Tengah Pecah, Harga Minyak Bisa USD150 per Barel

Jum'at, 04 Oktober 2024 - 13:41 WIB
loading...
A A A
Jika Israel menyerang industri minyak Iran, gangguan pasokan di Selat Hormuz menurutnya dapat menjadi perhatian. Iran sebelumnya mengancam akan mengganggu aliran melalui Selat Hormuz jika sektor minyaknya diserang.

Menurut Badan Informasi Energi AS, selat antara Oman dan Iran merupakan jalur penting yang dilalui sekitar seperlima dari produksi minyak harian dunia. Jalur air yang penting secara strategis ini menghubungkan produsen minyak mentah di Timur Tengah dengan pasar global utama.

Ketika ditanya oleh wartawan pada hari Kamis (3/10) apakah AS akan mendukung serangan Israel terhadap fasilitas minyak Iran, Presiden AS Joe Biden berkata: "Kami sedang membahasnya. Saya pikir itu akan sedikit – setidaknya begitu." Analis minyak menganggap pernyataan tersebut merupakan katalis yang menaikkan harga.

"Jika terjadi perang skala penuh, harga Brent kemungkinan akan melambung di atas USD100 per barel, dengan potensi penutupan selat yang mengancam harga menjadi USD150 per barel atau lebih," tulis BMI dari Fitch Solutions dalam catatan yang diterbitkan Rabu.

Meskipun kemungkinan terjadinya perang skala penuh tetap "relatif rendah," risiko salah langkah oleh kedua belah pihak kini meningkat, kata analis BMI.

Baca Juga: Efek Hujan Rudal di Timur Tengah, Harga Minyak Melonjak 2% Lebih
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Perang dengan AS Kian...
Perang dengan AS Kian Memanas, Iran Ancam Hentikan Semua Ekspor Energi dari Timur Tengah
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
Rekomendasi
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Mensesneg Minta Jangan...
Mensesneg Minta Jangan Kaitkan Kasus Febrie Adriansyah dengan Prabowo
Merasakan Liburan yang...
Merasakan Liburan yang Berkesan dengan Menjelajahi Beijing dan Shanghai
Berita Terkini
Pemerintah Tambah Subsidi...
Pemerintah Tambah Subsidi Kapal Perintis untuk Layani Wilayah Terluar
Bea Cukai Papua Fasilitasi...
Bea Cukai Papua Fasilitasi dan Gerakkan Ekonomi Daerah, dari PSN hingga UMKM
AS Ancam Tarif 100%...
AS Ancam Tarif 100% Bagi Pembeli Minyak Rusia, China Meradang dan Siapkan Pembalasan
Sukses Teknologi Perluas...
Sukses Teknologi Perluas Distribusi DWAY, PT Delta Perkuat Akses Produk Resmi
IHSG Melompat di Sesi...
IHSG Melompat di Sesi Siang, Sentuh Level 6.228 dengan Transaksi Rp8,2 Triliun
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved