Subsidi BBM Akan Diubah ke BLT, Pengamat Wanti-wanti Inflasi
Sabtu, 05 Oktober 2024 - 11:53 WIB
loading...
A
A
A
"Mereka (kelas menengah) menjadi miskin. Pemberian bansos pun masih ada exclusion error dimana orang seharusnya dapat BLT, menjadi tidak dapat. Hidup mereka dari miskin menjadi miskin ekstrem. Dampaknya sangat luar biasa negatif jika tidak dilakukan dengan tepat," cetusnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran Burhanuddin Abdullah menilai subsidi energi dalam bentuk BLT kepada masyarakat yang berhak penyalurannya akan lebih tepat sasaran.
Menurut Burhanuddin, subsidi energi sebesar Rp540 triliun yang dialokasikan pada tahun 2023 belum tepat sasaran. Burhanuddin juga mengklaim dengan pemberian subsidi melalui BLT, negara akan menghemat anggaran hingga Rp200 triliun.
"Dengan cara itu, ternyata hitung-hitungan kita subsidi menjadi akan berkurang Rp150 sampai Rp200 triliun dan itu akan bisa digunakan untuk hal yang sifatnya lebih produktif," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran Burhanuddin Abdullah menilai subsidi energi dalam bentuk BLT kepada masyarakat yang berhak penyalurannya akan lebih tepat sasaran.
Menurut Burhanuddin, subsidi energi sebesar Rp540 triliun yang dialokasikan pada tahun 2023 belum tepat sasaran. Burhanuddin juga mengklaim dengan pemberian subsidi melalui BLT, negara akan menghemat anggaran hingga Rp200 triliun.
"Dengan cara itu, ternyata hitung-hitungan kita subsidi menjadi akan berkurang Rp150 sampai Rp200 triliun dan itu akan bisa digunakan untuk hal yang sifatnya lebih produktif," tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :