Mencegah Stunting secara Berkelanjutan Perlu Kolaborasi
Minggu, 06 Oktober 2024 - 10:24 WIB
loading...
A
A
A
Direktur 1.000 Days Fund dr. Rindang Asmara menyampaikan pentingnya kolaborasi ini dalam memutus siklus stunting. Sejak 2019, pihaknya telah meluncurkan berbagai program untuk pencegahan stunting di Manggarai Barat.
"Kali ini, kami hadir dengan pendekatan baru melalui pendampingan intensif terhadap ibu hamil berisiko BBLR dan anak yang berisiko stunting. Kami berharap pelatihan ini dapat memperkuat kapasitas bidan dan kader Posyandu dalam memberikan pendampingan yang lebih tepat dan berkualitas," jelas dr. Rindang dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (6/10/2024).
Program ini merupakan langkah awal dari inisiatif jangka panjang yang akan berlangsung selama satu tahun penuh, dengan target dampak langsung terhadap lebih dari 3.000 ibu hamil, anak balita, dan keluarga di Manggarai Barat.
Melalui pendampingan intensif ini, para bidan yang dilatih diharapkan dapat bekerja secara berkelanjutan bersama kader kesehatan di komunitas masing-masing, memastikan pencegahan stunting dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.
Perlunya Kolaborasi
Ketua Yayasan Life After Mine (LINE) Adri Martowardojo menegaskan pentingnya peran berbagai pihak dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan. Menurut dia, stunting adalah masalah multidimensi yang memerlukan komitmen lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, seperti yang dilakukan saat ini, sangat penting.
"Dengan intervensi yang kami lakukan di Kecamatan Boleng dan Kecamatan Sano Nggoang, kami berharap dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan angka stunting di Manggarai Barat," ujar Adri.
"Kali ini, kami hadir dengan pendekatan baru melalui pendampingan intensif terhadap ibu hamil berisiko BBLR dan anak yang berisiko stunting. Kami berharap pelatihan ini dapat memperkuat kapasitas bidan dan kader Posyandu dalam memberikan pendampingan yang lebih tepat dan berkualitas," jelas dr. Rindang dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (6/10/2024).
Program ini merupakan langkah awal dari inisiatif jangka panjang yang akan berlangsung selama satu tahun penuh, dengan target dampak langsung terhadap lebih dari 3.000 ibu hamil, anak balita, dan keluarga di Manggarai Barat.
Melalui pendampingan intensif ini, para bidan yang dilatih diharapkan dapat bekerja secara berkelanjutan bersama kader kesehatan di komunitas masing-masing, memastikan pencegahan stunting dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.
Perlunya Kolaborasi
Ketua Yayasan Life After Mine (LINE) Adri Martowardojo menegaskan pentingnya peran berbagai pihak dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan. Menurut dia, stunting adalah masalah multidimensi yang memerlukan komitmen lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, seperti yang dilakukan saat ini, sangat penting.
"Dengan intervensi yang kami lakukan di Kecamatan Boleng dan Kecamatan Sano Nggoang, kami berharap dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan angka stunting di Manggarai Barat," ujar Adri.
Lihat Juga :