Resesi Mengancam Ekonomi Terbesar Uni Eropa Diwarnai Runtuhnya Pesanan Industri
Selasa, 08 Oktober 2024 - 16:31 WIB
loading...
A
A
A
Rincian asal pesanan baru menunjukkan, adanya peningkatan yang berasal dari luar Zona Euro sebesar 3,4%. Sementara pesanan dari negara-negara Zona Euro ambruk 10,5%. Diikuti dengan merosotnya pesanan domestik yang turun 10,9%.
Output industri Jerman turut menyusut pada bulan Juli, terutama didorong oleh pelemahan aktivitas pada sektor otomotif, kata Destatis dalam rilis terpisah pada hari Minggu. Produksi menurun di sebagian besar segmen manufaktur pada bulan Juli, dengan industri otomotif membukukan penurunan 8,1% secara month-on-month (MoM).
Ekonom yang disurvei oleh Reuters, memperkirakan pemulihan tidak akan terjadi dalam kurun waktu yang cepat untuk ekonomi terbesar Eropa tersebut. Bahkan ekonomi Jerman bisa berkontraksi lagi pada kuartal ketiga, sehingga menempatkan resesi Jerman bisa datang lagi. PDB Jerman pada kuartal kedua tercatat turun -0,1%.
Setelah resesi menimpa Jerman pada tahun 2023, Komisi Eropa memperkirakan ekonomi negara itu akan mandek tahun ini. Inflasi yang terus-menerus, lonjakan harga energi, dan permintaan asing yang tidak bertenaga telah disebut sebagai alasan perlambatan.
Output industri Jerman turut menyusut pada bulan Juli, terutama didorong oleh pelemahan aktivitas pada sektor otomotif, kata Destatis dalam rilis terpisah pada hari Minggu. Produksi menurun di sebagian besar segmen manufaktur pada bulan Juli, dengan industri otomotif membukukan penurunan 8,1% secara month-on-month (MoM).
Ekonom yang disurvei oleh Reuters, memperkirakan pemulihan tidak akan terjadi dalam kurun waktu yang cepat untuk ekonomi terbesar Eropa tersebut. Bahkan ekonomi Jerman bisa berkontraksi lagi pada kuartal ketiga, sehingga menempatkan resesi Jerman bisa datang lagi. PDB Jerman pada kuartal kedua tercatat turun -0,1%.
Setelah resesi menimpa Jerman pada tahun 2023, Komisi Eropa memperkirakan ekonomi negara itu akan mandek tahun ini. Inflasi yang terus-menerus, lonjakan harga energi, dan permintaan asing yang tidak bertenaga telah disebut sebagai alasan perlambatan.
(akr)
Lihat Juga :