HM Sampoerna Perkuat Program Kemitraan Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Rabu, 09 Oktober 2024 - 00:05 WIB
loading...
Presiden Direktur Sampoerna Ivan Cahyadi bersama petani mitra Sampoerna. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sebagai perusahaan yang telah beroperasi selama 111 tahun di Indonesia, PT HM Sampoerna Tbk. memiliki komitmen untuk dapat berkembang bersama Indonesia. Hal ini diwujudkan melalui penciptaan nilai tambah dan dampak ekonomi positif bagi pemangku kepentingan utama perusahaan di seluruh mata rantai dari hulu hingga hilir, termasuk bagi para petani tembakau dan cengkih di Indonesia.
Sejak tahun 2009, Sampoerna telah menjalankan program kemitraan dengan petani tembakau di seluruh Indonesia yang dijalankan melalui perusahaan pemasok. Pada tahun 2023, terdapat lebih dari 22.000 petani tembakau yang terlibat dalam program kemitraan dengan pemasok Sampoerna. Program kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tembakau dan kesejahteraan petani.
Melalui program kemitraan, para petani binaan mendapatkan pendampingan, bimbingan teknis, akses yang mudah terhadap permodalan serta prasarana produksi pertanian, hingga jaminan pembelian bagi petani sesuai dengan kesepakatan. Selain pendampingan proses budidaya, para petani binaan juga menerima berbagai pelatihan guna mengurangi dampak terhadap lingkungan dan menciptakan kondisi bekerja yang aman dan berkeadilan.
Baca Juga: Rogoh Kocek Rp2,79 Triliun, HM Sampoerna Ekspor Rokok Tanpa Asap
Beragam program pemberdayaan perempuan dan pendampingan usaha juga diimplementasikan untuk para istri petani tembakau. Rangkaian kegiatan ini bertujuan agar dampak positif program kemitraan dapat juga dirasakan bagi komunitas di sekitar petani.
Salah satu daerah dengan jumlah petani mitra yang besar bagi Sampoerna adalah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Signifikansi para petani tembakau di Rembang diakui oleh Presiden Direktur Sampoerna Ivan Cahyadi saat bertemu dengan sejumlah petani mitra di sana.
Sejak tahun 2009, Sampoerna telah menjalankan program kemitraan dengan petani tembakau di seluruh Indonesia yang dijalankan melalui perusahaan pemasok. Pada tahun 2023, terdapat lebih dari 22.000 petani tembakau yang terlibat dalam program kemitraan dengan pemasok Sampoerna. Program kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tembakau dan kesejahteraan petani.
Melalui program kemitraan, para petani binaan mendapatkan pendampingan, bimbingan teknis, akses yang mudah terhadap permodalan serta prasarana produksi pertanian, hingga jaminan pembelian bagi petani sesuai dengan kesepakatan. Selain pendampingan proses budidaya, para petani binaan juga menerima berbagai pelatihan guna mengurangi dampak terhadap lingkungan dan menciptakan kondisi bekerja yang aman dan berkeadilan.
Baca Juga: Rogoh Kocek Rp2,79 Triliun, HM Sampoerna Ekspor Rokok Tanpa Asap
Beragam program pemberdayaan perempuan dan pendampingan usaha juga diimplementasikan untuk para istri petani tembakau. Rangkaian kegiatan ini bertujuan agar dampak positif program kemitraan dapat juga dirasakan bagi komunitas di sekitar petani.
Salah satu daerah dengan jumlah petani mitra yang besar bagi Sampoerna adalah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Signifikansi para petani tembakau di Rembang diakui oleh Presiden Direktur Sampoerna Ivan Cahyadi saat bertemu dengan sejumlah petani mitra di sana.
Lihat Juga :