Jadi Sasaran Kritik, Unilever Jual Bisnisnya di Rusia

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 07:44 WIB
loading...
A A A
Unilever memproduksi merek cairan pembersih Fairy dan Domestos, sabun Dove, es krim Ben & Jerry's, dan sekitar 400 merek makanan dan bahan kimia rumah tangga lainnya. Grup tersebut menghentikan ekspor dan impor ke dan dari Rusia pada Maret 2022, dan menghentikan investasi, periklanan, dan proyek lebih lanjut di negara tersebut.

Baca Juga: Negara-negara Arab Takut Diserang Iran Jika Bantu Israel, Kini Minta Tolong AS

Namun, perusahaan itu terus memproduksi dan menjual apa yang digambarkannya sebagai "makanan vital dan produk kebersihan" di Rusia, sebuah keputusan yang membuatnya dicap sebagai "sponsor perang internasional" oleh pemerintah Ukraina pada tahun 2023.

Unilever sebelumnya tidak memberikan indikasi bahwa mereka berencana untuk keluar dari pasar Rusia. Pada bulan Juli 2023, perusahaan tersebut menyatakan bahwa mereka memilih untuk tidak menarik diri dan melihat operasinya dinasionalisasi, atau menjual divisi Rusia-nya. Laporan media mengklaim pada bulan September bahwa raksasa yang berbasis di Inggris itu telah membuat perubahan haluan yang besar dan memutuskan untuk menjual aset-asetnya di Rusia.

Reuters memperkirakan pada bulan Maret bahwa keluarnya perusahaan dari Rusia telah merugikan perusahaan asing lebih dari USD107 miliar atau sekira Rp1.605 triliun (kurs Rp15.000/USD) dalam bentuk penurunan nilai dan kehilangan pendapatan sejak tahun 2022.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Rekomendasi
Formula 1 Hungarian...
Formula 1 Hungarian Grand Prix 2026: Jadwal Lengkap dan Link Streaming di VISION+
Hari Anak Nasional 2026,...
Hari Anak Nasional 2026, Puspadaya Perkuat Sekolah Ramah Anak di Jakarta
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima PN Jaktim, Roy Suryo: Harusnya Berlaku Juga Buat Kasus Saya
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved