Utang 26 Negara Termiskin di Dunia Makin Parah, Terburuk sejak 2006
Senin, 14 Oktober 2024 - 20:26 WIB
loading...
A
A
A
Rasio utang terhadap PDB rata-rata 72% berada pada titik tertinggi dalam 18 tahun terakhir, dan separuh dari kelompok ini berada dalam kesulitan utang atau berisiko tinggi. Sebagian besar negara-negara dalam penelitian ini berada di sub-Sahara Afrika, dari Ethiopia sampai Chad dan Kongo, namun daftar ini juga mencakup Afghanistan dan Yaman.
Dua pertiga dari 26 negara termiskin berada dalam konflik bersenjata, atau mengalami kesulitan menjaga ketertiban karena kerapuhan institusional dan sosial, yang menghambat investasi asing, dan hampir semua komoditas ekspor, membuat mereka sering mengalami siklus boom dan bust, demikian laporan tersebut mengatakan.
"Pada saat sebagian besar dunia mundur dari negara-negara termiskin, IDA telah menjadi penyelamat mereka," ujar Kepala Ekonom Bank Dunia, Indermit Gill dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The Edge Malaysia, Senin (14/10/2024).
"Selama lima tahun terakhir, IDA telah mengucurkan sebagian besar sumber daya keuangannya ke dalam 26 negara berpenghasilan rendah membuat mereka tetap bertahan melewati kemunduran bersejarah yang mereka alami."
IDA biasanya diisi ulang setiap tiga tahun dengan kontribusi dari negara-negara pemegang saham Bank Dunia. IDA berhasil mengumpulkan rekor USD93 miliar pada 2021 dan Presiden Bank Dunia, Ajay Banga menargetkan untuk melampaui rekor tersebut dengan lebih dari USD100 miliar dalam bentuk janji pada tanggal 6 Desember.
Dua pertiga dari 26 negara termiskin berada dalam konflik bersenjata, atau mengalami kesulitan menjaga ketertiban karena kerapuhan institusional dan sosial, yang menghambat investasi asing, dan hampir semua komoditas ekspor, membuat mereka sering mengalami siklus boom dan bust, demikian laporan tersebut mengatakan.
"Pada saat sebagian besar dunia mundur dari negara-negara termiskin, IDA telah menjadi penyelamat mereka," ujar Kepala Ekonom Bank Dunia, Indermit Gill dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The Edge Malaysia, Senin (14/10/2024).
"Selama lima tahun terakhir, IDA telah mengucurkan sebagian besar sumber daya keuangannya ke dalam 26 negara berpenghasilan rendah membuat mereka tetap bertahan melewati kemunduran bersejarah yang mereka alami."
IDA biasanya diisi ulang setiap tiga tahun dengan kontribusi dari negara-negara pemegang saham Bank Dunia. IDA berhasil mengumpulkan rekor USD93 miliar pada 2021 dan Presiden Bank Dunia, Ajay Banga menargetkan untuk melampaui rekor tersebut dengan lebih dari USD100 miliar dalam bentuk janji pada tanggal 6 Desember.
Lihat Juga :