Hilirisasi Presiden Jokowi Diapresiasi, Kadin Minta Dilanjutkan

Kamis, 17 Oktober 2024 - 17:27 WIB
loading...
Hilirisasi Presiden...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) diapresiasi dalam melaksanakan program hilirisasi. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memberikan apresiasi terhadap capaian kebijakan hilirisasi satu dekade Presiden Joko Widodo ( Jokowi ). Kadin berharap kebijakan hilirisasi ini diperluas menyasar ke sektor lain seperti agraria dan perikanan di Indonesia.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Kemaritiman, Investasi, dan Luar Negeri Kadin Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani, mengakui pertumbuhan positif melalui kebijakan hilirisasi Presiden Jokowi. Shinta berharap pencapaian Jokowi tersebut, dapat dilanjutkan bahkan ditingkatkan di pemerintahan Presiden terpilih, Prabowo Subianto, mendatang.

"Kebijakan hilirisasi pak Jokowi itu bagus, sangat positif, harapannya semoga dikembangkan di sektor lainnya," ujar Shinta saat ditemui di Menara Kadin, Rabu (2/10/2024).

Baca Juga: 10 Tahun Kepemimpinan Jokowi, Kereta Api Indonesia Lebih Maju dan Modern

Shinta mengatakan, capaian kebijakan hilirisasi Presiden Jokowi perlu ditingkatkan, dengan tidak hanya berfokus pada industri energi dan sumber daya mineral.

"Bagus kok hilirisasi itu, tapi ke depannya kita tidak hanya berfokus di sektor energi and mineral. Kita sekarang juga harus mulai ke pertanian, perikanan," tutur Shinta.

Lebih lanjut, Shinta juga menekankan agar kebijakan hilirisasi ke depannya, bisa lebih berkembang dari pertumbuhan ekosistem industri kendaraan listrik. Baginya, peluang pengembangan hilirisasi di Indonesia, masih terlampau luas dan strategis.

"Jadi kita juga tidak hanya berfokus pada pengembangan EV (electronic vehicle) ekosistem, tapi masih banyak juga yang bisa dikembangkan," tegas Shinta.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin provinsi Aceh, Muhammad Iqbal mengatakan capaian hilirisasi Presiden Jokowi ini merupakan terobosan yang luar biasa. Ia mengatakan, imbas hilirisasi ini memiliki multiplayer effect secara ekonomi.

"Dampak ekonomi dari hilirisasi Pak Jokowi ini, atau multiplayer effect ini, luar biasa, karena dari hulu ke hilirnya ini memiliki nilai tambah bagi ekonomi Indonesia," Iqbal menegaskan.

Iqbal mengatakan, sebelum adanya kebijakan hilirisasi Presiden Jokowi, banyak industri yang masih melakukan ekspor bahan mentah. Kendati demikian, saat ini menurut Iqbal, hilirisasi ini membuat para pengusaha mulai mampu mengekspor barang setengah jadi dan barang jadi.

"Dengan adanya hilirisasi ini, banyak muncul investasi di dunia industri. Jadi industri kita saat ini mulai bangkit sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas lagi," katanya.

Baca Juga: Berkat 'Gas dan Rem' Jokowi, Indonesia Selamat dari Badai Krisis Ekonomi

Sebelumnya, Pemerintahan Presiden Joko Widodo selama dua periode telah mencatat berbagai capaian penting di bidang ekonomi. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, memaparkan sejumlah keberhasilan ekonomi yang telah diraih Indonesia selama 10 tahun terakhir.

"Pertumbuhan ekonomi selama pemerintahan Presiden Jokowi tetap stabil di kisaran 5%. Angka kemiskinan menurun menjadi 9,36% per Maret 2023," ucap Suharso.

Selain itu, ia menyoroti keberhasilan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja yang signifikan, dengan peningkatan hampir tiga kali lipat dari 187 juta pada 2014 menjadi 4,55 juta pada 2023.

"Nilai Tukar Petani meningkat dari 102 pada 2014 menjadi 112,46 pada 2023, dan Indeks Pembangunan Manusia naik dari 68,9 menjadi 74,39 pada periode yang sama," kata Suharso.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Kadin Ungkap Nilai Dagang...
Kadin Ungkap Nilai Dagang Indonesia-Prancis Tembus USD1 Miliar di Kuartal I-2026
Bahlil Cerita Asal Usul...
Bahlil Cerita Asal Usul Rencana Pungutan Ekspor Nikel, Pengusaha Setengah Hati Bangun Hilirisasi
3 Fakta Terbaru Kasus...
3 Fakta Terbaru Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Batal Ajukan Gugatan Praperadilan
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Rekomendasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Kang Cucun Santuni 1.448...
Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved