Industri Asuransi Berlandaskan Risiko dan Kepatuhan Hadapi Tantangan
Minggu, 20 Oktober 2024 - 23:38 WIB
loading...
A
A
A
Sesi pertama pada konferensi ini mendiskusikan empat sub-topik utama, yaitu dampak risiko makroekonomi terhadap sektor asuransi, tata kelola asuransi, sistem layanan kesehatan, dan tantangan dalam asuransi kesehatan.
Diskusi ini dimulai dengan eksplorasi risiko ekonomi makro serta dampaknya terhadap perusahaan asuransi, hingga strategi manajemen risiko yang efektif untuk mendukung UMKM dan badan usaha selama ketidakpastian ekonomi.
Setelah menyoroti risiko eksternal, pembahasan selanjutnya menekankan pentingnya transformasi budaya di industri asuransi guna menciptakan keberlanjutan yang sehat dalam jangka panjang.
Diskusi ini selanjutnya membahas tantangan dalam sistem perawatan kesehatan (health care system), seperti meningkatnya inflasi medis dan peningkatan volume klaim, terutama yang berdampak bagi penyedia asuransi kesehatan di Indonesia.
Pembahasan ini diharapkan dapat mengungkap solusi strategis terkait tantangan tersebut guna meningkatkan efisiensi operasional dan mempertahankan bisnis secara berkelanjutan.
Baca Juga: Business Judgement Rule jadi Pilar Penting dalam Tata Kelola Indonesia Re
Pada Sesi kedua IFG Conference 2024 menyajikan tiga diskusi interaktif yang berfokus pada tantangan regulasi, kapasitas reasuransi dan asuransi pertanian. Diskusi pertama membahas persyaratan modal baru berdasarkan POJK No. 23/2023, mengeksplorasi implikasinya terhadap ketahanan finansial, dan mengidentifikasi peluang untuk pertumbuhan.
Diskusi kedua membahas penguatan kapasitas reasuransi sebagai respons terhadap kondisi pasar dan regulasi yang terus berkembang. “Terakhir, pada diskusi ketiga menyoroti pentingnya asuransi pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan mendorong keberlanjutan sektor pertanian,” tutup dia.
Diskusi ini dimulai dengan eksplorasi risiko ekonomi makro serta dampaknya terhadap perusahaan asuransi, hingga strategi manajemen risiko yang efektif untuk mendukung UMKM dan badan usaha selama ketidakpastian ekonomi.
Setelah menyoroti risiko eksternal, pembahasan selanjutnya menekankan pentingnya transformasi budaya di industri asuransi guna menciptakan keberlanjutan yang sehat dalam jangka panjang.
Diskusi ini selanjutnya membahas tantangan dalam sistem perawatan kesehatan (health care system), seperti meningkatnya inflasi medis dan peningkatan volume klaim, terutama yang berdampak bagi penyedia asuransi kesehatan di Indonesia.
Pembahasan ini diharapkan dapat mengungkap solusi strategis terkait tantangan tersebut guna meningkatkan efisiensi operasional dan mempertahankan bisnis secara berkelanjutan.
Baca Juga: Business Judgement Rule jadi Pilar Penting dalam Tata Kelola Indonesia Re
Pada Sesi kedua IFG Conference 2024 menyajikan tiga diskusi interaktif yang berfokus pada tantangan regulasi, kapasitas reasuransi dan asuransi pertanian. Diskusi pertama membahas persyaratan modal baru berdasarkan POJK No. 23/2023, mengeksplorasi implikasinya terhadap ketahanan finansial, dan mengidentifikasi peluang untuk pertumbuhan.
Diskusi kedua membahas penguatan kapasitas reasuransi sebagai respons terhadap kondisi pasar dan regulasi yang terus berkembang. “Terakhir, pada diskusi ketiga menyoroti pentingnya asuransi pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan mendorong keberlanjutan sektor pertanian,” tutup dia.
(akr)
Lihat Juga :