7 Penyebab Utama Hiperinflasi di Zimbabwe

Rabu, 23 Oktober 2024 - 10:09 WIB
loading...
7 Penyebab Utama Hiperinflasi...
Hiperinflasi di Zimbabwe yang mencapai puncaknya pada 2018 membuat mata uang negara itu tak berharga. FOTO/Ilustrasi/Ist
A A A
JAKARTA - Hiperinflasi di Zimbabwe , yang mencapai puncaknya pada tahun 2008, adalah salah satu contoh paling ekstrem dari inflasi di seluruh dunia. Pada puncaknya, inflasi ekstrem membuat mata uang di negara Afrika tersebut hampir tidak ada harganya.

Saat itu, harga komoditas di Zimbabwe naik hingga hampir 80.000 kali lipat. Mata uang negara itu, dolar Zimbabwe, menjadi tidak bernilai sama sekali. Perlu bergepok-gepok uang lokal hanya untuk membeli satu butir telur atau satu rol tisu toilet.

Baca Juga: Pakai Uang Baru, Nilai 1 Juta Dolar Zimbabwe Kini Berapa Rupiah?

Bank sentral Zimbabwe sampai harus menerbitkan uang kertas bernominal 100 triliun dolar per lembar. Satu dolar Zimbabwe (ZWD) mengalami penurunan nilai secara drastis hingga USD1 yang jika dirupiahkan saat itu sekira Rp11.935, setara dengan Z$300.000.000.000.000 atau 300 triliun ZWD.

Berikut adalah beberapa penyebab utama hiperinflasi Zimbabwe


1. Kebijakan Moneter yang Buruk
Pemerintah Zimbabwe di bawah kepemimpinan Presiden Robert Mugabe kala itu mencetak uang secara gila-gilaan untuk membiayai defisit anggaran. Hal ini menciptakan kelebihan pasokan uang di pasar, yang mengarah pada penurunan nilai mata uang secara drastis.

2. Krisis Pertanian
Zimbabwe dulunya dikenal sebagai "Lumbung Pangan Afrika" namun kebijakan reforma agraria yang diterapkan pada akhir 1990-an dan awal 2000-an menghancurkan sektor pertanian. Pemerintah kala itu menyita lahan milik petani kulit putih tanpa kompensasi untuk dialihkan ke petani lokal. Namun, tanpa keahlian dan modal mencukupi, produksi turun, yang pada gilirannya meningkatkan ketergantungan pada impor dan melambungnya harga pangan.

3. Kondisi Ekonomi Global
Fluktuasi harga komoditas di pasar global juga berdampak pada ekonomi Zimbabwe. Ketika harga komoditas seperti tembaga dan emas turun, pendapatan negara dari ekspor berkurang. Hal ini yang antara lain memaksa pemerintahan Mugabe mencetak lebih banyak uang untuk menutupi kekurangan anggaran.

4. Korupsi dan Ketidakstabilan Politik
Korupsi yang meluas di pemerintahan dan ketidakstabilan politik menyebabkan hilangnya kepercayaan dari investor dan masyarakat. Ketidakpastian politik membuat banyak orang menarik investasi mereka, memperburuk situasi ekonomi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inflasi Jakarta Terjaga...
Inflasi Jakarta Terjaga pada Level 0,41%, Terendah di Pulau Jawa
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
Inflasi Medis Picu Kenaikan...
Inflasi Medis Picu Kenaikan Biaya Kesehatan, Allianz Ingatkan Pentingnya Proteksi Jangka Panjang
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Inflasi Mei 2026 Naik...
Inflasi Mei 2026 Naik 0,28 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Rekomendasi
Indonesia Kembangkan...
Indonesia Kembangkan Vaksin Berteknologi mRNA untuk Antisipasi Penyakit DBD
Nadiem Makarim Bakal...
Nadiem Makarim Bakal Laporkan Hakim Perkara Chromebook ke Badan Pengawas MA
Nadiem Makarim Serahkan...
Nadiem Makarim Serahkan Memori Banding setelah Divonis 10 Tahun Penjara
Berita Terkini
Komisi Ojol 8% Berlaku,...
Komisi Ojol 8% Berlaku, Menteri UMKM Klaim Mayoritas Pengemudi Diuntungkan
Aplikasi Strava Buka...
Aplikasi Strava Buka Suara soal Pungutan PPN 11%, Bagaimana Harga Berlangganan?
Gugurkan Tren Penguatan,...
Gugurkan Tren Penguatan, IHSG Merosot 1,89% ke 5.873 Sore Ini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tindak Awak Mobil Tangki yang Langgar Prosedur Keselamatan
SIG Catat Penjualan...
SIG Catat Penjualan Semen 15 Juta Ton hingga Mei 2026
Sambil Jalan-jalan ke...
Sambil Jalan-jalan ke PRJ 2026, Bayar Pajak Kendaraan Bisa Bebas Denda
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved