Israel Bombardir Iran Selama Akhir Pekan Bikin Kurs Rupiah Keok ke Rp15.724/USD
Senin, 28 Oktober 2024 - 15:46 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup melemah 77,5 poin atau 0,50%. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup melemah 77,5 poin atau 0,50% ke level Rp15.724 setelah sebelumnya depresiasi di level Rp15.646 per dolar AS. Mengutip data Bloomberg, rupiah hari ini juga dibuka melemah ke Rp15.714 per dolar AS.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah juga didasari oleh sentimen para pelaku pasar sebagian besar condong ke dolar AS untuk mengantisipasi pemilihan presiden 2024, yang tinggal seminggu lagi.
Baca Juga: Ramalan IMF Bikin Rupiah Goyang, Hari Ini Berakhir ke Rp15.626 per Dolar AS
"Arus masuk ke dolar AS juga didorong oleh ekspektasi meningkatnya ketidakpastian politik di Jepang, setelah koalisi yang dipimpin oleh Partai Demokrat Liberal yang berkuasa kehilangan mayoritas parlementernya dalam pemilihan akhir pekan," tulis Ibrahim dalam risetnya, Senin (28/10/2024).
Pelemahan kurs rupiah juga terlihat pada data JISDOR BI (Bank Indonesia) yang hari ini merosot tajam ke posisi Rp15.729 per USD. Posisi mata uang Garuda lebih rendah dari sesi akhir pekan kemarin pada level Rp15.629/USD.
Kekhawatiran atas konflik yang lebih besar di Timur Tengah mereda setelah Israel tidak menyerang fasilitas minyak dan nuklir Iran dalam serangan selama akhir pekan. Sementara Teheran memang mengancam akan membalas serangan itu, para pemimpin Iran juga meremehkan dampak serangan Israel.
Kekhawatiran atas serangan Israel terhadap Iran - atas serangan awal Oktober - telah menjadi titik utama ketidakpastian bagi pasar, terutama karena kekhawatiran bahwa kerusakan apa pun pada infrastruktur minyak atau nuklir Iran akan menandai eskalasi yang mengerikan dalam konflik tersebut.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah juga didasari oleh sentimen para pelaku pasar sebagian besar condong ke dolar AS untuk mengantisipasi pemilihan presiden 2024, yang tinggal seminggu lagi.
Baca Juga: Ramalan IMF Bikin Rupiah Goyang, Hari Ini Berakhir ke Rp15.626 per Dolar AS
"Arus masuk ke dolar AS juga didorong oleh ekspektasi meningkatnya ketidakpastian politik di Jepang, setelah koalisi yang dipimpin oleh Partai Demokrat Liberal yang berkuasa kehilangan mayoritas parlementernya dalam pemilihan akhir pekan," tulis Ibrahim dalam risetnya, Senin (28/10/2024).
Pelemahan kurs rupiah juga terlihat pada data JISDOR BI (Bank Indonesia) yang hari ini merosot tajam ke posisi Rp15.729 per USD. Posisi mata uang Garuda lebih rendah dari sesi akhir pekan kemarin pada level Rp15.629/USD.
Kekhawatiran atas konflik yang lebih besar di Timur Tengah mereda setelah Israel tidak menyerang fasilitas minyak dan nuklir Iran dalam serangan selama akhir pekan. Sementara Teheran memang mengancam akan membalas serangan itu, para pemimpin Iran juga meremehkan dampak serangan Israel.
Kekhawatiran atas serangan Israel terhadap Iran - atas serangan awal Oktober - telah menjadi titik utama ketidakpastian bagi pasar, terutama karena kekhawatiran bahwa kerusakan apa pun pada infrastruktur minyak atau nuklir Iran akan menandai eskalasi yang mengerikan dalam konflik tersebut.
Lihat Juga :