TBS Energi Utama Catat Kenaikan Laba 187,8% di Kuartal III-2024
Rabu, 30 Oktober 2024 - 19:44 WIB
loading...
A
A
A
Komitmen TBS terhadap praktik bisnis berkelanjutan tetap menjadi landasan operasional perusahaan, dengan fokus pada pengembangan kendaraan listrik, energi terbarukan, dan pengelolaan limbah. Hingga September 2024, TBS telah meraih berbagai capaian penting dalam inisiatif bisnis hijau. Unit kendaraan listrik roda dua, Electrum, meluncurkan 3.010 unit kendaraan listrik di jalanan Jakarta, meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan akhir 2023.
Perseroan juga telah memasang 230 stasiun penukaran baterai (Battery Swap Stations) di berbagai lokasi untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Di sektor energi terbarukan, TBS telah menandatangani Perjanjian Pembelian Listrik (PPA) untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung di Batam pada Februari 2024.
Perseroan juga mengumumkan telah mencapai Financial Closing untuk proyek ini. Sesuai dengan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (Power Purchase Agreement atau PPA) yang telah disepakati sebelumnya, tanggal 8 Oktober 2024 ditetapkan sebagai tanggal pembiayaan proyek ini.
Baca Juga: Kinerja Mentereng BRI di Kuartal III 2024, Cetak Laba Rp45,36 Triliun
Proyek ini akan memiliki kapasitas 46 MWp dengan target operasi penuh pada kuartal IV 2025. "Inisiatif ini memperkuat posisi perseroan dalam sektor energi terbarukan dan memberikan keyakinan bagi para pemangku kepentingan akan visi jangka panjang perseroan," ungkap Mufti.
Perseroan juga telah memasang 230 stasiun penukaran baterai (Battery Swap Stations) di berbagai lokasi untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Di sektor energi terbarukan, TBS telah menandatangani Perjanjian Pembelian Listrik (PPA) untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung di Batam pada Februari 2024.
Perseroan juga mengumumkan telah mencapai Financial Closing untuk proyek ini. Sesuai dengan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (Power Purchase Agreement atau PPA) yang telah disepakati sebelumnya, tanggal 8 Oktober 2024 ditetapkan sebagai tanggal pembiayaan proyek ini.
Baca Juga: Kinerja Mentereng BRI di Kuartal III 2024, Cetak Laba Rp45,36 Triliun
Proyek ini akan memiliki kapasitas 46 MWp dengan target operasi penuh pada kuartal IV 2025. "Inisiatif ini memperkuat posisi perseroan dalam sektor energi terbarukan dan memberikan keyakinan bagi para pemangku kepentingan akan visi jangka panjang perseroan," ungkap Mufti.
Lihat Juga :