Laba sebelum Pajak Maybank Indonesia Naik 44 Persen Jadi Rp562 Miliar pada Triwulan III 2024
Kamis, 31 Oktober 2024 - 11:32 WIB
loading...
A
A
A
Rasio CASA naik menjadi 52,0 persen pada September 2024 dari 46,4 persenpada September 2023. Rasio Non-Performing Financing (NPF) Perbankan Syariah pada September 2024 dan September 2023 tetap stabil sebesar 2,5 persen (gross) dan 1,8 persen (net), dan Financing to Deposit Ratio (FDR) membaik menjadi 79,9 persen dari 77,3 persen.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan, mengatakan bahwa Maybank Indonesia terus meningkatkan pencapaian bisnis dan profitabilitasnya, didukung pertumbuhan portofolio pembiayaan yang sehat di seluruh segmen, serta pendapatan non-bunga yang sejalan dengan rencana bisnis yang telah ditetapkan.
“Upaya kami untuk terus memperkuat portofolio pembiayaan khususnya pada segmen non-ritel komersial dan UKM yang merupakan expertise kami telah terus menyumbang pendapatan secara menyeluruh, termasuk kredit segmen Korporasi besar dalam negeri yang belum lama ini diperkenalkan ke pasar,” ujarnya.
“Demikian juga, pendekatan consumer centric yang kami terapkan dalam membangun solusi wealth management, termasuk Shariah Wealth Management, telah berhasil menutup gap pendapatan fee Bank secara year-on-year,” lanjut Steffano.
Steffano menambahkan, pihaknya akan terus menjaga kualitas aset dan fundamental Bank.
“Kami akan terus menjaga kualitas aset dan fundamental Bank untuk menghadapi peluang serta tantangan di masa depan, dan di saat yang sama, memperkuat solusi dan layanan Bank agar tetap relevan dengan kebutuhan nasabah sejalan dengan strategi M25+ Maybank Group,” tuturnya.
Presiden Komisaris Maybank Indonesia, Dato' Khairussaleh Ramli, mengatakan bahwa Maybank Indonesia terus mengupayakan peningkatan di seluruh lini bisnis utamanya, serta akan fokus dalam menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan kinerja yang berkelanjutan.
“Didukung dengan strategi M25+, Maybank Indonesia akan terus memperkuat kinerja lini-lini bisnisnya, serta mewujudkan nilai bagi seluruh nasabah maupun pemangku kepentingannya ke depannya," ujar Dato’ Khairussaleh.
Anak Perusahaan
PT Maybank Indonesia Finance (Maybank Finance) di tengah penjualan otomotif roda empat ritel yang turun sebesar 11,9 persen, pembiayaan otomotif roda empat Maybank Finance mengalami penurunan sebesar 3,3 persen.
Namun demikian, Laba sebelum Pajak Maybank Finance naik 5,0 persen menjadi Rp426 miliar pada sembilan bulan pertama 2024 dari Rp406 miliar pada tahun sebelumnya. Pencapaian ini didukung oleh pengelolaan portofolio pembiayaan yang lebih baik.
NPL Maybank Finance pada September 2024 sebesar 0,3 persen (gross) dan 0,1 persen (net) dibandingkan dengan 0,2 persen (gross) dan 0,1 persen (net) pada September 2023.
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM)
Pembiayaan otomotif roda dua WOM tumbuh 5,3 persen menjadi Rp6,27 triliun pada sembilan bulan pertama 2024 dari Rp5,95 triliun tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini berada di atas penjualan otomotif roda dua ritel nasional yang naik sebesar 3,2 persen pada triwulan III–2024 menurut asosiasi industri motor Indonesia – AISI.
WOM mencatatkan, Laba sebelum Pajak sebesar Rp212 miliar, meningkat 18,2 persen dari Rp179 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Rasio NPL tercatat sebesar 1,9 persen (gross) dan 0,8 persen (net) pada September 2023.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan, mengatakan bahwa Maybank Indonesia terus meningkatkan pencapaian bisnis dan profitabilitasnya, didukung pertumbuhan portofolio pembiayaan yang sehat di seluruh segmen, serta pendapatan non-bunga yang sejalan dengan rencana bisnis yang telah ditetapkan.
“Upaya kami untuk terus memperkuat portofolio pembiayaan khususnya pada segmen non-ritel komersial dan UKM yang merupakan expertise kami telah terus menyumbang pendapatan secara menyeluruh, termasuk kredit segmen Korporasi besar dalam negeri yang belum lama ini diperkenalkan ke pasar,” ujarnya.
“Demikian juga, pendekatan consumer centric yang kami terapkan dalam membangun solusi wealth management, termasuk Shariah Wealth Management, telah berhasil menutup gap pendapatan fee Bank secara year-on-year,” lanjut Steffano.
Steffano menambahkan, pihaknya akan terus menjaga kualitas aset dan fundamental Bank.
“Kami akan terus menjaga kualitas aset dan fundamental Bank untuk menghadapi peluang serta tantangan di masa depan, dan di saat yang sama, memperkuat solusi dan layanan Bank agar tetap relevan dengan kebutuhan nasabah sejalan dengan strategi M25+ Maybank Group,” tuturnya.
Presiden Komisaris Maybank Indonesia, Dato' Khairussaleh Ramli, mengatakan bahwa Maybank Indonesia terus mengupayakan peningkatan di seluruh lini bisnis utamanya, serta akan fokus dalam menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan kinerja yang berkelanjutan.
“Didukung dengan strategi M25+, Maybank Indonesia akan terus memperkuat kinerja lini-lini bisnisnya, serta mewujudkan nilai bagi seluruh nasabah maupun pemangku kepentingannya ke depannya," ujar Dato’ Khairussaleh.
Anak Perusahaan
PT Maybank Indonesia Finance (Maybank Finance) di tengah penjualan otomotif roda empat ritel yang turun sebesar 11,9 persen, pembiayaan otomotif roda empat Maybank Finance mengalami penurunan sebesar 3,3 persen.
Namun demikian, Laba sebelum Pajak Maybank Finance naik 5,0 persen menjadi Rp426 miliar pada sembilan bulan pertama 2024 dari Rp406 miliar pada tahun sebelumnya. Pencapaian ini didukung oleh pengelolaan portofolio pembiayaan yang lebih baik.
NPL Maybank Finance pada September 2024 sebesar 0,3 persen (gross) dan 0,1 persen (net) dibandingkan dengan 0,2 persen (gross) dan 0,1 persen (net) pada September 2023.
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM)
Pembiayaan otomotif roda dua WOM tumbuh 5,3 persen menjadi Rp6,27 triliun pada sembilan bulan pertama 2024 dari Rp5,95 triliun tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini berada di atas penjualan otomotif roda dua ritel nasional yang naik sebesar 3,2 persen pada triwulan III–2024 menurut asosiasi industri motor Indonesia – AISI.
WOM mencatatkan, Laba sebelum Pajak sebesar Rp212 miliar, meningkat 18,2 persen dari Rp179 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Rasio NPL tercatat sebesar 1,9 persen (gross) dan 0,8 persen (net) pada September 2023.
(skr)
Lihat Juga :