Dijegal Kenaikan Tarif, Ekspor China Melonjak ke Level Tertinggi
Kamis, 07 November 2024 - 14:20 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan laporan, ekspor ke AS naik 8,1%, kenaikan terbesar dalam tiga bulan terakhir. Pengiriman ke sebagian besar pasar meningkat dengan kenaikan dua digit ke Asean, Uni Eropa, Afrika Selatan dan Brasil. Pengiriman ke Rusia melonjak hampir 27% pertumbuhan tercepat tahun ini.
Kembalinya Trump ke Gedung Putih akan semakin memperumit prospek kinerja perdagangan China ke depan. Presiden terpilih ini telah mengancam akan mengenakan tarif sebanyak 60% pada barang-barang China sebuah level yang menurut Bloomberg akan menghancurkan perdagangan di antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini.
Hambatan-hambatan baru akan berarti bahwa China mungkin perlu mencari pasar baru untuk produk-produk yang saat ini dijualnya ke AS. Tahun lalu, perusahaan-perusahaan China mengirimkan barang senilai USD500 miliar ke AS, yang merupakan 15% dari nilai seluruh ekspornya.
Baca Juga: Trump Menang Pilpres AS 2024, Apa Artinya bagi Ekonomi Dunia?
Zichun Huang, seorang ekonom China untuk Capital Economics, mengatakan bahwa pungutan-pungutan tersebut akan merugikan sektor ekspor China, tetapi ia memperkirakan pasar-pasar negara berkembang akan mengimbangi sebagian besar kehilangan permintaan dari AS.
Kembalinya Trump ke Gedung Putih akan semakin memperumit prospek kinerja perdagangan China ke depan. Presiden terpilih ini telah mengancam akan mengenakan tarif sebanyak 60% pada barang-barang China sebuah level yang menurut Bloomberg akan menghancurkan perdagangan di antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini.
Hambatan-hambatan baru akan berarti bahwa China mungkin perlu mencari pasar baru untuk produk-produk yang saat ini dijualnya ke AS. Tahun lalu, perusahaan-perusahaan China mengirimkan barang senilai USD500 miliar ke AS, yang merupakan 15% dari nilai seluruh ekspornya.
Baca Juga: Trump Menang Pilpres AS 2024, Apa Artinya bagi Ekonomi Dunia?
Zichun Huang, seorang ekonom China untuk Capital Economics, mengatakan bahwa pungutan-pungutan tersebut akan merugikan sektor ekspor China, tetapi ia memperkirakan pasar-pasar negara berkembang akan mengimbangi sebagian besar kehilangan permintaan dari AS.
Lihat Juga :