Mendukung Komitmen Nasional, APP Group Tampilkan Inisiatif Hijau di COP 29
Selasa, 12 November 2024 - 15:26 WIB
loading...
A
A
A
“APP Group siap untuk terus berinovasi dan berinvestasi dalam solusi hijau yang tidak hanya mendukung target dekarbonisasi nasional, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam konteks global," paparnya.
Hingga saat ini, pabrik OKI berhasil mengandalkan 98% sumber energi dari energi terbarukan, dan upaya ini membantu perusahaan mencapai penurunan intensitas karbon sebesar 11% sejak 2018.
“Langkah-langkah ini merupakan bagian dari visi kami untuk mewujudkan proses produksi yang rendah karbon dan berkelanjutan,” jelas Suhendra.
“Kami tidak hanya berfokus pada pengurangan emisi kami sendiri, tetapi juga pada menciptakan model bisnis yang dapat diikuti industri lain dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon," lanjutnya.
“Perlindungan hutan yang efektif tidak mungkin tanpa keterlibatan masyarakat setempat,” kata Suhendra.
“Program DMPA bukan hanya tentang pelestarian alam, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sekitar area konsesi kami. Dengan membangun kesejahteraan mereka, kami memperkuat komitmen kami terhadap keberlanjutan jangka panjang," terangnya.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni dalam sambutan saat pembukaan Pavilion Indonesia mengatakan, “Hutan harus kita jaga dan lindungi sebagai sumber kesejahteraan bagi masyarakat,”.
Mengubah Tantangan Menjadi Solusi melalui Transisi Energi Hijau
Sebagai perusahaan yang bergerak dalam industri pulp dan kertas, APP Group telah membuat langkah besar dalam transisi energi. Inisiatif seperti konversi ke energi biomassa dan penggunaan panel surya di fasilitas produksi memungkinkan perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.Hingga saat ini, pabrik OKI berhasil mengandalkan 98% sumber energi dari energi terbarukan, dan upaya ini membantu perusahaan mencapai penurunan intensitas karbon sebesar 11% sejak 2018.
“Langkah-langkah ini merupakan bagian dari visi kami untuk mewujudkan proses produksi yang rendah karbon dan berkelanjutan,” jelas Suhendra.
“Kami tidak hanya berfokus pada pengurangan emisi kami sendiri, tetapi juga pada menciptakan model bisnis yang dapat diikuti industri lain dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon," lanjutnya.
Pemberdayaan Komunitas
Suhendra juga menekankan pentingnya keberlanjutan berbasis komunitas, yang terlihat dari pendekatan holistik APP dalam pengelolaan hutan dan pemberdayaan masyarakat. Program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA) telah memberdayakan komunitas lokal dengan menciptakan peluang ekonomi melalui pembinaan UMKM dan pelatihan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab.“Perlindungan hutan yang efektif tidak mungkin tanpa keterlibatan masyarakat setempat,” kata Suhendra.
“Program DMPA bukan hanya tentang pelestarian alam, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sekitar area konsesi kami. Dengan membangun kesejahteraan mereka, kami memperkuat komitmen kami terhadap keberlanjutan jangka panjang," terangnya.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni dalam sambutan saat pembukaan Pavilion Indonesia mengatakan, “Hutan harus kita jaga dan lindungi sebagai sumber kesejahteraan bagi masyarakat,”.
Lihat Juga :