Simalakama Cukai Rokok Naik, Ingin Turunkan Perokok Anak Tapi Bunuh Pabrik Kecil

Minggu, 30 Agustus 2020 - 23:12 WIB
loading...
Simalakama Cukai Rokok...
Kenaikan cukai rokok diharapkan bisa mengurangi jumlah perokok anak, namun di sisi lain dinilai dapat mematikan pabrikan kecil sehingga penyerapan bahan baku tembakau bakal berkurang. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kenaikan cukai rokok diharapkan bisa mengurangi jumlah perokok anak , dimana dengan harga rokok yang mahal membuat konsumsinya berkurang. Analis Kebijakan Ahli Madya BKF Kementerian Keuangan Wawan Juswanto menjelaskan, saat ini langkah dari sisi pengendalian sudah dituangkan pemerintah dalam RPJM atau masuk dalam meningkatkan pengendalian penyakit menular dan faktor risiko penyakit tidak menular.

Penurunan yang diprioritaskan adalah anak-anak yang mulai konsumsi rokok. “Ini ada banyak, tapi satu poin prevalensi merokok usia 18 tahun ke bawah yang ditargetkan pada tahun 2024 itu menjadi 8,7 persen. Kemudian ini diejawentahkan melalui PMK 77 2020 yaitu arah kebijakan yang dituangkan di renstra Kemenkeu,” ujar Wawan di Webinar bertemakan 'Rasionalitas Target Cukai 2021, Minggu (30/8/2020).

(Baca Juga: Rokok Ilegal Masih Menjamur Bikin Penerimaan Cukai Tidak Bertambah )

Dia melanjutkan, penerapan cukai hasil tembakau (CHT) memang menjadi salah satu sumber utama dalam penerimaan cukai. Sehingga rencana langkah yang diambil untuk meningkatkannya adalah dengan tarif cukai dan memperluas objek kena cukai.

“Sisi penerimaan, dari kita target 2021 penerimaan cukai hasil tembakau diusulkan naik 4,7% ini di RAPBN. Nah cukai hasil tembakau bisa kita lihat ini tahun 2019 Rp164,9 triliun yang tembakau saja. Kemudian di Perpres 72 itu targetnya Rp164,94 triliun. Kemudian di tahun 2021 Rp172,75 triliun atau naik 4,7%,” tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Cukai Hasil Tembakau...
Cukai Hasil Tembakau Tidak Naik Tahun Depan Disambut Pelaku Usaha IHT
Industri Kretek Terancam,...
Industri Kretek Terancam, P3M Usulkan Transisi Regulasi Bertahap
Aturan Turunan PP 28/2024...
Aturan Turunan PP 28/2024 Dinilai Berpotensi Lumpuhkan Sektor Tembakau
Lindungi 6 Juta Pekerja,...
Lindungi 6 Juta Pekerja, Pengusaha Rokok Tagih Kepastian Tarif Cukai
Wacana Tambah Layer...
Wacana Tambah Layer Cukai Rokok Dinilai Tanpa Kajian, Awas Jadi Bumerang
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
Konser Slank Bersama...
Konser Slank Bersama HS di Palembang Momen Romantisme Owner Haji Suryo
Rekomendasi
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Eks Waka BGN Sony Sonjaya...
Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan JC, Sebut 20 Nama Besar Diduga Terlibat Korupsi
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
Berita Terkini
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Infografis
Bahaya Rokok Elektrik...
Bahaya Rokok Elektrik Lebih Kecil daripada Rokok Biasa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved