alexametrics

Rampung Maret 2021, Bendungan Karian Akan Kendalikan Banjir di DAS Ciberang Lebak

loading...
Rampung Maret 2021, Bendungan Karian Akan Kendalikan Banjir di DAS Ciberang Lebak
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan Bendungan Karian. Foto/Dok.PUPR
A+ A-
JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menginstruksikan pengerjaan konstruksi Bendungan Karian yang berlokasi di Kecamatan Rangkasbitung di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten selesai tepat waktu. Pada musim hujan, bendungan ini akan berfungsi mengendalikan banjir Sungai Ciberang sebesar 60,8 juta m3.

1 Januari 2020 lalu, sungai ini menimbulkan longsor yang merendam enam kecamatan yaitu Cipanas, Lebakgedong, Sajira, Curugbitung, Maja dan Cimarga, termasuk Pondok Pesantren La Tansa yang dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo kemarin.

"Saat ini, progres pembangunan Bendungan Karian telah mencapai 56,5% dan ditargetkan selesai pada Maret 2021," ujar Basuki dalam keterangan resmi, Rabu (8/1/2020).



Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 314.7 juta m3 dan luas genangan maksimum sebesar 1,740 hektar, yang dapat dimanfaatkan untuk menambah kebutuhan suplesi ke Daerah Irigasi (DI) Ciujung dengan luas 22.000 hektar.

Selain irigasi, Bendungan Karian juga akan menyuplai air baku untuk kebutuhan rumah tangga, dan industri di 9 kota dan kabupaten di Jakarta dan Banten sebesar 14,6 m3 per detik, yakni Kota Serang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon sebesar 1,5 m3 per detik. Kecamatan Rangkasbitung dan Maja Kabupaten Lebak sebesar 0,6 m3 per detik.

Kemudian Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor sebesar 0,2 m3 per detik, Kabupaten Tangerang sebesar 3,6 m3 per detik, Kota Tangerang 2,0 m3 per detik, Kota Tangerang Selatan 1,8 m3 per detik, dan Kota Jakarta Barat sebesar 4,2 m3 per detik.

Untuk mengalirkan air baku ke daerah-daerah tersebut diperlukan pembangunan pipa air sepanjang 47,9 kilometer untuk melayani lebih dari 5 juta jiwa.

Pembangunan Bendungan Karian dimulai sejak Oktober 2015 dengan anggaran Rp1,3 triliun dan dikerjakan oleh kontraktor pelaksana Daelim Industrial Co, Ltd-PT Wijaya Karya (Persero)-PT Waskita Karya (Persero) Joint Operation.

Bendungan ini juga memiliki potensi sebagai tujuan wisata air di Kabupaten Lebak serta pembangkit energi listrik sebesar 1,8 megawatt melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH).
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak