AS Mengobarkan Perang Dunia Ekonomi, Sepertiga Negara di Bumi Tersandera Sanksi Barat
Jum'at, 22 November 2024 - 16:11 WIB
loading...
A
A
A
Dalam laporannya, Washington Post mengakui bahwa sanksi ilegal AS telah menghancurkan ekonomi negara-negara yang relatif kecil seperti Venezuela, Kuba, Suriah, dan Irak.
Menurut surat kabar itu, sanksi AS terhadap Venezuela "berkontribusi pada kontraksi ekonomi, yang diperkirakantiga kali lebih besar dari yang disebabkan oleh Depresi Hebat di Amerika Serikat", dan memiliki efek "memperburuk salah satu keruntuhan ekonomi masa damai terburuk dalam sejarah modern".
Sebuah memo Departemen Luar Negeri yang dideklasifikasi dari tahun 1960 mengungkap niat dari kebijakan sanksi AS. Dokumen itu membahas popularitas pemerintahan sayap kiri Fidel Castro di Kuba, menyusul revolusi melawan diktator sayap kanan yang didukung AS pada tahun 1959. Dengan menyimpulkan bahwa "mayoritas orang Kuba mendukung Castro".
"Satu-satunya cara untuk mengurangi dukungan internal adalah melalui ketidakpuasan dan kesulitan ekonomi," kata memo itu.
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Türk mengunjungi Venezuela pada tahun 2023 dan mengkritik sanksi yang dijatuhkan AS dan Eropa secara ilegal terhadap negara Amerika Selatan itu. Pemimpin hak asasi manusia PBB itu mengatakan, langkah-langkah pemaksaan sepihak ini harus dicabut.
Ia juga memperingatkan, bahwa sanksi mereka "telah memperburuk krisis ekonomi dan menghambat hak asasi manusia".
Menurut surat kabar itu, sanksi AS terhadap Venezuela "berkontribusi pada kontraksi ekonomi, yang diperkirakantiga kali lebih besar dari yang disebabkan oleh Depresi Hebat di Amerika Serikat", dan memiliki efek "memperburuk salah satu keruntuhan ekonomi masa damai terburuk dalam sejarah modern".
Sebuah memo Departemen Luar Negeri yang dideklasifikasi dari tahun 1960 mengungkap niat dari kebijakan sanksi AS. Dokumen itu membahas popularitas pemerintahan sayap kiri Fidel Castro di Kuba, menyusul revolusi melawan diktator sayap kanan yang didukung AS pada tahun 1959. Dengan menyimpulkan bahwa "mayoritas orang Kuba mendukung Castro".
"Satu-satunya cara untuk mengurangi dukungan internal adalah melalui ketidakpuasan dan kesulitan ekonomi," kata memo itu.
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Türk mengunjungi Venezuela pada tahun 2023 dan mengkritik sanksi yang dijatuhkan AS dan Eropa secara ilegal terhadap negara Amerika Selatan itu. Pemimpin hak asasi manusia PBB itu mengatakan, langkah-langkah pemaksaan sepihak ini harus dicabut.
Ia juga memperingatkan, bahwa sanksi mereka "telah memperburuk krisis ekonomi dan menghambat hak asasi manusia".
Lihat Juga :