alexametrics

Konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Didorong Mulai Dibangun 2021

loading...
Konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Didorong Mulai Dibangun 2021
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan, bahwa tahap konstruksi proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya terus didorong agar bisa dimulai. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan, bahwa tahap konstruksi proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya terus didorong agar bisa dimulai pada tahun 2021. Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan studi kelayakan atau feasibility study (FS) proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya akan rampung pada Oktober 2020.

"Kita lagi bikin FS (feasibility study atau uji kelayakan). 2021 baru kita konstruksi pertama kali," kata Menhub Budi Karya di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Sebelumnya Dirjen Perkeretaapian Zulfikri mengatakan, setelah FS selesai dilakukan, maka akan diketahui penetapan trase jalur kereta api, berapa biaya yang dibutuhkan, serta seperti apa skema pembiayaannya. "Setelah FS nanti, ada Basic Engineering Design (BED). Berdasarkan BED itu akan dilakukan tender untuk pembangunannya. Nanti kita akan lihat kapan pembangunan ini bisa dilakukan. Keputusan FS ini dulu yang penting," katanya.



Adapun proses konstruksi menurutnya paling cepat bisa dimulai pada akhir 2023 atau pada awal 2024. Pembangunan baru bisa dilakukan tiga tahun setelah FS karena proses BED bisa memakan waktu 1 hingga 1,5 tahun, dan diperlukan waktu untuk pembebasan lahan. Proses ini juga memakan waktu mengingat jarak tempuhnya mencapai hampir 700 km.

Pembangunan kereta semi cepat Jakarta -Surabaya ini diterangkan akan dilakukan secara bertahap. Sehingga menurutnya, bila pembangunan jalur Jakarta-Cirebon sudah rampung lebih dahulu, kereta semi cepat ini sudah bisa dioperasikan terlebih dahulu.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak