Waskita Karya Catatkan Pendapatan Usaha Rp8,04 Triliun
Senin, 31 Agustus 2020 - 15:47 WIB
loading...
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) membukukan pendapatan usaha konsolidasian sebesar Rp8,04 Triliun di Semester I-2020. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) membukukan pendapatan usaha konsolidasian sebesar Rp8,04 Triliun di Semester I-2020. Segmen jasa konstruksi masih menjadi penopang capaian tersebut dengan total pendapatan mencapai Rp7,36 Triliun sementara sisanya disumbangkan oleh segmen properti & hotel, beton pracetak, jalan tol, dan infrastruktur lainnya.
Direktur Keuangan Waskita Karya Taufik Hendra Kusuma menilai, bahwa sektor konstuksi secara umum menghadapi tantangan yang cukup berat pada tahun 2020 akibat pandemi Covid-19. Seperti diketahui, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan sejumlah proyek konstruksi terhenti progressnya untuk sementara waktu.
“Memasuki masa PSBB transisi, speed project sudah hampir kembali ke level 100%, jauh lebih baik dibandingkan bulan Maret hingga Juni,” ujar Taufik di Jakarta, Senin (31/8/2020).
(Baca Juga: Sabet Tiga Sertifikat ISO Sekaligus, Anak Usaha Waskita Karya Canangkan Ekspansi ke Luar Negeri )
WSKT juga membukukan arus kas bersih positif dari aktifitas operasi sebesar Rp1,7 Triliun. Pencapaian ini didukung oleh penerimaan kas dari pembayaran termin proyek yang dikerjakan dengan skema turnkey (contractor pre financing) maupun progress payment dengan total mencapai Rp12 Triliun.
“Target kami hingga akhir tahun penerimaan termin proyek bisa mencapai Rp31 hingga 33 Triliun. Kami juga sedang mengupayakan agar beberapa proyek yang semula menggunakan skema turnkey dapat diubah skema pembayarannya menjadi progress payment,” terang Taufik.
Direktur Keuangan Waskita Karya Taufik Hendra Kusuma menilai, bahwa sektor konstuksi secara umum menghadapi tantangan yang cukup berat pada tahun 2020 akibat pandemi Covid-19. Seperti diketahui, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan sejumlah proyek konstruksi terhenti progressnya untuk sementara waktu.
“Memasuki masa PSBB transisi, speed project sudah hampir kembali ke level 100%, jauh lebih baik dibandingkan bulan Maret hingga Juni,” ujar Taufik di Jakarta, Senin (31/8/2020).
(Baca Juga: Sabet Tiga Sertifikat ISO Sekaligus, Anak Usaha Waskita Karya Canangkan Ekspansi ke Luar Negeri )
WSKT juga membukukan arus kas bersih positif dari aktifitas operasi sebesar Rp1,7 Triliun. Pencapaian ini didukung oleh penerimaan kas dari pembayaran termin proyek yang dikerjakan dengan skema turnkey (contractor pre financing) maupun progress payment dengan total mencapai Rp12 Triliun.
“Target kami hingga akhir tahun penerimaan termin proyek bisa mencapai Rp31 hingga 33 Triliun. Kami juga sedang mengupayakan agar beberapa proyek yang semula menggunakan skema turnkey dapat diubah skema pembayarannya menjadi progress payment,” terang Taufik.
Lihat Juga :