Dunia Kacau Balau, Begini Ramalan BI soal Ekonomi RI di 2025

Sabtu, 30 November 2024 - 10:00 WIB
loading...
Dunia Kacau Balau, Begini...
Konsumsi domestik masih menjadi andalan untuk mendongkrak ekonomi di tengah ketidakpastian global. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 4,8-5,6% di 2025 di tengah ketegangan geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pendorong ekonomi dalam negeri masih mengandalkan konsumsi rumah tangga dan eskpor. Adapun asumsi pertumbuhan ekonomi tahun mendatang melihat 3 indikator utama seperti konsumsi rumah tangga, investasi, dan neraca ekspor pada tahun 2025 dan tahun 2026.

"Dengan sinergi insyaAllah tahun 2025 dan 2026 akan menunjukkan kinerja yang cukup tinggi, pertumbuhan akan membaik, mencapai 4,8% - 5,6% pada 2025 dan 4,9 - 5,7% pada 2026," ujar dia dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2024, ditulis Sabtu (30/11/2024).

Baca Juga: 16 Bank Bangkrut hingga November 2024, Ini Daftar Terbaru

Perry merinci, pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada 2024 sebesar 4,7-5,5% secara year on year (yoy). Sedangkan tahun 2025 tumbuh di angka 4,5-5,3% (yoy), dan tahun 2026 tumbuh di angka 4,8-5,6% (yoy).

Sedangkan dari sisi pertumbuhan investasi pada 2024 diperkirakan tumbuh 4,2-5,0% (yoy), tahun 2025 tumbuh 4,4-5,2 (yoy), dan tahun 2026 tumbuh di angka 4,7-5,5% (yoy).

Adapun dari sisi pertumbuhan ekspor tahun ini diperkirakan hanya mampu tumbuh di angka 4,1-4,9% (yoy), tahun 2025 sebesar 4,8-5,6% (yoy), dan tahun 2026 diperkirakan naik menjadi 5,7-6,5% (yoy).

Baca Juga: Iran Ancam Ubah Doktrin Nuklirnya, Ini Respons Israel

Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM komposisi pertumbuhan ekonomi Indonesia dikontribusikan paling besar dari konsumsi domestik sebesar 53-54%, investasi sebesar 24-25%, belanja pemerintah 7-8%, dan sisanya ekspor dan impor.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Berita Terkini
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved