Harga Tiket Pesawat Turun saat Libur Nataru Perlu Tingkatkan Keselamatan

Sabtu, 30 November 2024 - 15:17 WIB
loading...
Harga Tiket Pesawat...
Penurunan harga tiket pesawat perlu memperhatikan aspek keselamatan. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Upaya pemerintah menurunkan tarif tiket pesawat di masa peak season Nataru sangat diharapkan masyarakat. Langkah ini perlu dibarengi dengan meningkatkan keselamatan para penumpang.

Penurunan biaya penerbangan dengan melakukan pemotongan tarif jasa kebandaraudaraan sebesar 50%, memberi diskon avtur Pertamina 5,3% dan penurunan fuel surcharge untuk mesin jet 8%. Upaya ini diharapkan mampu menekan harga tiket pesawat hingga 10% atau setara dengan Rp157.000 untuk lintasan Surabaya-Jakarta. Dan diharapkan dapat menghemat Rp 472,2 milliar di masa liburan Nataru pada 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025.

Pengamat Transportasi, Bambang Haryo, menilai penurunan harga tiket sangat diharapkan oleh masyarakat menengah ke atas. "Tetapi ada yang perlu dikaji, bahwa tranportasi udara merupakan sarana transportasi berisiko tinggi, yang bila terjadi kegagalan akan berakibat fatal," kata Bambang Haryo, dikutip Sabtu (30/11/2024).

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat di Indonesia: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penurunan Harga

Ia menegaskan sebuah perusahaan penerbangan harus bisa menutup biaya keselamatan sesuai dengan standardisasi keselamatan yang telah diatur oleh ICAO (International Civil Aviation Organization). Faktanya, biaya keselamatan tersebut, saat ini masih belum bisa dilaksanakan maksimal oleh beberapa maskapai.

"Sehingga ada beberapa yang melakukan kanibal komponen pesawat untuk mengganti komponen yang aus. Termasuk juga standardisasi pelayanan kenyamanan minimum yang sudah diatur dalam UU No. Tahun 2009, banyak tidak dapat dipenuhi oleh masakapai," ungkapnya.

Bambang menyatakan banyak pesawat yang diterbangkan tidak memenuhi standardisasi kenyamanan minimum. Misalnya, pada kelas economy full service, tidak ada sarana hiburan televisi, toilet masih sering tidak ada air, air sickness tidak ada, kebersihan kabin yang sangat kurang dan seringnya terjadi keterlambatan. "Itu semua menjadi standardisasi pelayanan minimum yang harus direalisasikan oleh airlines," ungkapnya lagi.

Anggota DPR RI ini menjelaskan harga tiket pesawat pada 2016 memang masih murah, yaitu sekitar Rp700.000 untuk maskapai lowcost dan sekitar Rp900.000 untuk economy full service. Tetapi, saat itu kurs mata uang per USD1 adalah Rp11.000. Sementara, saat ini sudah mencapai Rp15.800, sehingga wajar jika tarif saat ini mengalami kenaikan menjadi Rp1 juta.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Turun 10 Persen Saat Nataru 2024/2025, Catat Tanggal Berlakunya

Ia menyatakan kajian tentang airline ini juga perlu membahas terkait transportasi publik murah lanjutan yang harus disediakan pemerintah. Karena dengan adanya kebijakan pemindahan, banyak bandara yang belum mempunyai tranportasi publik murah lanjutan ke kota yangg dituju. Sehingga konektivitas transportasi daratnya harus menggunakan taksi yang harganya bisa lebih mahal dari penerbangan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
Pemerintah Naikkan Fuel...
Pemerintah Naikkan Fuel Surcharge Maskapai, Tiket Pesawat Jakarta-Bali Tembus Rp2,4 Juta
Alvin Lie Sebut Pesawat...
Alvin Lie Sebut Pesawat Tua Bukan Berarti Tidak Aman, Ini Penjelasannya
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Perbandingan Harga Tiket...
Perbandingan Harga Tiket Piala Dunia 2022 vs 2026 Bikin Melongo: Final Tembus Rp113 Juta
Rekomendasi
Road to Kilau Raya Mojokerto...
Road to Kilau Raya Mojokerto : MNCTV Hadir Meriahkan Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
MNC Licensing Ajak Keluarga...
MNC Licensing Ajak Keluarga Merayakan Liburan Sekolah Bersama Shaun the Sheep Holiday in My Hometown di Pakuwon Mall Solo
Berita Terkini
Kemenhut Bangun Perekonomian...
Kemenhut Bangun Perekonomian Kehutanan Inklusif, Berkelanjutan, dan Kompetitif
IHSG Berakhir Merayap...
IHSG Berakhir Merayap Naik ke 6.177 Diwarnai Lompatan 353 Saham
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Bagikan Kode OTP, Lindungi Keamanan Akun Investasi Anda!
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Lewat Green Zakat, BSI...
Lewat Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Investasi Emas
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
Infografis
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Resmi Turun Lagi per 1 Oktober 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved