Rajin Keruk Harta Karun Emas di Afrika, Perusahaan China Gelontorkan Miliaran Dolar

Minggu, 01 Desember 2024 - 07:55 WIB
loading...
Rajin Keruk Harta Karun...
Ketika harga emas melonjak, investor China bertaruh pada Afrika untuk mengamankan pasokan emas dengan meningkatkan aktivitas pertambangan. Foto/Dok NewsFokus, South China Morning Post
A A A
JAKARTA - Ketika harga emas melonjak, investor China bertaruh pada Afrika untuk mengamankan pasokan emas dengan meningkatkan aktivitas pertambangan emas di Afrika Selatan dan Ghana, dua eksportir logam mulia utama di benua itu.

China-African Precious Metals Company (CAPM), anak perusahaan dari Pengxin International Mining yang terdaftar di Bursa Efek Shanghai, telah membuka pabrik pengolahan emas yang baru direnovasi di Orkney, Afrika Selatan.

Baca Juga: China Temukan Harta Karun Emas Lebih dari 1.000 Ton Senilai Rp1.320 Triliun

Tambang tersebut terletak di cekungan Witwatersrand Afrika Selatan, yang merupakan rumah bagi salah satu cadangan emas terbesar di dunia yang diketahui.

Perusahaan China telah menanamkan investasi sebesar 200 juta rand atau USD11 juta yang setara Rp172,1 miliar (kurs Rp15.651 per USD)untuk resusitasi pabrik pengolahan emas, sebuah langkah yang diperkirakan akan membuka hampir 4.000 lapangan kerja baru di Afrika Selatan. Pabrik ini merupakan bagian dari investasi 2 miliar rand dalam operasi tambang Orkney, perusahaan di provinsi Barat Laut negara itu.

"Upaya berkelanjutan kami untuk memikat investasi dan mengatasi momok pengangguran dan kemiskinan membuahkan hasil yang diinginkan, terutama di komunitas yang tertekan secara ekonomi seperti ini," kata perdana menteri provinsi itu, Kagiso Lazarus Mokgosi, pada pembukaan pabrik pada pertengahan November, lalu.

Selain itu delegasi investor dari provinsi Henan China berencana mengunjungi provinsi Barat Laut untuk terlibat dalam berbagai peluang bisnis di bidang pertambangan, pariwisata dan pertanian, yang merupakan tiga penggerak ekonomi utama provinsi itu, menurut Mokgosi.

Meskipun Orkney memiliki cadangan emas yang sangat besar, penutupan tambang dalam dekade terakhir telah merugikan prospek ekonomi kota itu. Pembukaan fasilitas ini menandai operasi pertama di tambang emas Orkney dalam 14 tahun. Tambang ini memiliki tujuh poros yang pernah menjadi bagian dari operasi Vaal Reefs Anglo American.

Pada tahun 2011, Pengxin International Mining, melalui anak perusahaannya CAPM, mengakuisisi semua aset tambang emas Orkney yang bermasalah secara finansial dari Pamodzi Gold.

Provinsi Barat Laut juga dikenal dengan cadangan uranium, platinum, dan berlian yang melimpah. Tetapi industri pertambangannya justru jatuh ke dalam kehancuran karena kurangnya investasi dan penurunan harga komoditas.

China adalah tujuan utama emas Afrika Selatan, dengan logam senilai USD8,86 miliar telah dikirimkan ke raksasa ekonomi Asia itu pada tahun 2022.

Sementara itu perusahaan pertambangan milik negara China, Shandong Gold menginvestasikan jutaan dolar di tambang emas greenfield di di Ghana, yang dikenal sebagai produsen emas utama Afrika, melalui anak perusahaannya Cardinal Namdini Gold Ltd.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Rekomendasi
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Berita Terkini
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Infografis
Perbandingan Pangkalan...
Perbandingan Pangkalan Militer AS vs China di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved