Indonesia Siap Gabung BRICS, Apa Manfaatnya?
Senin, 02 Desember 2024 - 15:13 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono berfoto bersama dalam rangkaian KTT BRICS di Kazan, Rusia pada Oktober 2024. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono kembali mengungkapkan alasan yang membuat Indonesia berkeinginan untuk gabung ke dalam keanggotaan BRICS . Menlu turut mengungkap manfaat bagi kepentingan Bangsa Indonesia di balik keinginan tersebut.
"Kami menilai bahwa BRICS merupakan sebuah grouping multilateral yang dapat kita manfaatkan untuk meningkatkan hubungan ekonomi kita dengan negara-negara yang tergabung di dalamnya," kata Menlu dalam rapat Kerja bersama Komisi I DPR, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/12/2024).
Baca Juga: Trump Tabuh Genderang Perang ke BRICS, Ancamannya Ngeri!
Meski begitu, Menlu memastikan bahwa sejak awal Presiden Prabowo telah menggariskan sebuah visi politik luar negeri dimana Indonesia tetap pada garis non-align, non-blok.
"Artinya kita tidak menempatkan diri di blok militer manapun, kita tidak mempunyai keinginan untuk bergabung dengan pakta militer manapun, karena hal tersebut tentu saja secara konstitusi dan secara tradisi tidak cocok dengan kepentingan nasional kita," ujarnya.
"Kami menilai bahwa BRICS merupakan sebuah grouping multilateral yang dapat kita manfaatkan untuk meningkatkan hubungan ekonomi kita dengan negara-negara yang tergabung di dalamnya," kata Menlu dalam rapat Kerja bersama Komisi I DPR, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/12/2024).
Baca Juga: Trump Tabuh Genderang Perang ke BRICS, Ancamannya Ngeri!
Meski begitu, Menlu memastikan bahwa sejak awal Presiden Prabowo telah menggariskan sebuah visi politik luar negeri dimana Indonesia tetap pada garis non-align, non-blok.
"Artinya kita tidak menempatkan diri di blok militer manapun, kita tidak mempunyai keinginan untuk bergabung dengan pakta militer manapun, karena hal tersebut tentu saja secara konstitusi dan secara tradisi tidak cocok dengan kepentingan nasional kita," ujarnya.
Lihat Juga :