Trump Tabuh Genderang Perang ke BRICS, Pukulan Telak bagi India

Selasa, 03 Desember 2024 - 07:48 WIB
loading...
A A A
Jatuhnya rupee hanyalah salah satu gejala. Pasar negara berkembang, termasuk India, sangat sensitif terhadap dolar yang lebih kuat. Tantangan India juga bersifat internal. Inflasi sangat tinggi, membuat Reserve Bank of India berada di tempat yang sulit. Penurunan suku bunga dapat membantu merangsang pertumbuhan, tetapi berisiko memburuknya inflasi.

Negara-negara BRICS dalam Kekacauan

Negara-negara BRICS dalam kekacauan setelah ancaman Trump. Kembalinya Donald Trump memiliki kekuatan untuk mengguncang persatuan negara-negara berkembang.

Kepala agensi CMA Brasil, Jose Juan Saches, menegaskan BRICS akan tetap berpegang pada tujuannya. "Dari sudut pandang ekonomi, tidak akan ada masalah selama pasar global tetap stabil," katanya. "Tapi stabilitas adalah apa yang hilang saat ini."

China, pemain kunci BRICS lainnya, menghadapi serangkaian masalahnya sendiri ketika Trump memperluas ancamannya. Selama seminggu terakhir, Trump meluncurkan rencana untuk menambah kenaikan tarif 10% pada barang-barang China dan bahkan tindakan yang lebih keras terhadap Kanada dan Meksiko.

Keputusan itu terkait dengan masalah yang lebih luas seperti imigrasi dan perdagangan narkoba. Trump telah menjelaskan bahwa perdagangan dengan AS akan datang dengan biaya yang mahal jika negara-negara ini tidak sejalan dengan itu. India, yang terjebak di tengah, memiliki sedikit ruang untuk bermanuver. Selaras dengan BRICS, artinya mempertaruhkan akses ke pasar AS, salah satu mitra dagang terbesarnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Rekomendasi
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Ditahan di Rutan KPK,...
Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah: Alat Bukti Masih Didalami, Belum Cukup Dilakukan Penahanan
Berita Terkini
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved