Balikkan Kinerja Jadi Untung, Pertamina Tak Bisa cuma Abrakadabra
Senin, 31 Agustus 2020 - 17:32 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menilai proses perbaikan kinerja di semester II-2020 membutuhkan waktu. Jadi tak serta merta, atau tak semudah membalikkan telapak tangan, untuk mengubah kerugian menjadi keuntungan. Hal itu diuangkapkan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman. ( Baca juga:Bank BNI Dorong Ekosistem Kelautan dan Perikanan dari Hulu ke Hilir )
Meski demikian, Fajriyah menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya agar keuangan Pertamina kembali membaik. Artinya, kerugian sebesar Rp11,13 triliun yang terjadi di semester I perlahan-lahan bisa diubah menjadi untung.
Terbukti, pada Juli kemarin perusahaan pelat merah itu sudah membukukan laba sebesar USD360 juta atau setara Rp5,3 Triliun.
"Tentu saja, perbaikan kinerja tidak semudah membalikkan tangan, perlu proses dan perlu waktu. Sekarang ini, sudah terlihat dengan kerja keras seluruh manajemen dan karyawan, kinerja Pertamina mulai pulih kembali," kata Fajriah dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2020).
Selain itu, Fajriyah juga menyatakan bahwa Pertamina telah melakukan efisiensi belanja operasional (opex) dengan memotong anggaran hingga 30%. Selain itu juga melakukan prioritasi belanja modal (capex) dengan selektif hingga bisa lebih efisien 23%.
Meski demikian, Fajriyah menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya agar keuangan Pertamina kembali membaik. Artinya, kerugian sebesar Rp11,13 triliun yang terjadi di semester I perlahan-lahan bisa diubah menjadi untung.
Terbukti, pada Juli kemarin perusahaan pelat merah itu sudah membukukan laba sebesar USD360 juta atau setara Rp5,3 Triliun.
"Tentu saja, perbaikan kinerja tidak semudah membalikkan tangan, perlu proses dan perlu waktu. Sekarang ini, sudah terlihat dengan kerja keras seluruh manajemen dan karyawan, kinerja Pertamina mulai pulih kembali," kata Fajriah dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2020).
Selain itu, Fajriyah juga menyatakan bahwa Pertamina telah melakukan efisiensi belanja operasional (opex) dengan memotong anggaran hingga 30%. Selain itu juga melakukan prioritasi belanja modal (capex) dengan selektif hingga bisa lebih efisien 23%.
Lihat Juga :