Dulu Miskin Banget, Pedagang Kaki Lima Ini Kini Berharta Rp4,7 Triliun
Rabu, 04 Desember 2024 - 09:52 WIB
loading...
Alfredo Yao, dulu pedagang kaki lima kini jadi salah satu orang terkaya di Filipina. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - Ketika mendengar nama Alfredo Yao , Anda cenderung akan memikirkan satu hal dan satu hal saja, yaitu Zest-O. Ini adalah merek jus terbesar di Filipina, dan dapat ditemukan di hampir setiap kotak makan siang setiap anak yang pergi ke sekolah.
Dia adalah salah satu pengusaha paling tangguh di Filipina, dan telah membangun warisannya dengan kerja keras, ketabahan, dan ketekunan, serta menunjukkan kegigihan untuk selalu menemukan cara yang lebih baik dalam melakukan sesuatu.
Alfredo M. Yao lahir pada tanggal 23 November 1943 dari keluarga yang paling sederhana. Sebagai anak tertua di antara saudara-saudaranya, dia harus berkorban banyak pada usia dini.
Dia kehilangan ayahnya dan menjadi tulang punggung keluarga pada usia 12 tahun. Dia memulai bisnis percetakan pada usia 17 tahun dengan pinjaman sebesar 3.000 peso dari bank yang sekarang dikenal sebagai Bank Pembangunan Filipina.
Yao kecil tidak pernah bisa menyelesaikan sekolah, meskipun dia menginginkannya, karena dia sudah menjadi pengusaha penuh pada usia 18 tahun. Ia telah melalui masa-masa sulit, bisa dikatakan pernah menjadi pedagang kaki lima dan terkadang tidur di atas kardus di trotoar jalan.
Baca Juga: Pedagang Es Teh yang Dihina Gus Miftah Merasa Sakit Hati, tapi Memaafkan
Dia adalah salah satu pengusaha paling tangguh di Filipina, dan telah membangun warisannya dengan kerja keras, ketabahan, dan ketekunan, serta menunjukkan kegigihan untuk selalu menemukan cara yang lebih baik dalam melakukan sesuatu.
Alfredo M. Yao lahir pada tanggal 23 November 1943 dari keluarga yang paling sederhana. Sebagai anak tertua di antara saudara-saudaranya, dia harus berkorban banyak pada usia dini.
Dia kehilangan ayahnya dan menjadi tulang punggung keluarga pada usia 12 tahun. Dia memulai bisnis percetakan pada usia 17 tahun dengan pinjaman sebesar 3.000 peso dari bank yang sekarang dikenal sebagai Bank Pembangunan Filipina.
Yao kecil tidak pernah bisa menyelesaikan sekolah, meskipun dia menginginkannya, karena dia sudah menjadi pengusaha penuh pada usia 18 tahun. Ia telah melalui masa-masa sulit, bisa dikatakan pernah menjadi pedagang kaki lima dan terkadang tidur di atas kardus di trotoar jalan.
Baca Juga: Pedagang Es Teh yang Dihina Gus Miftah Merasa Sakit Hati, tapi Memaafkan
Lihat Juga :